LOW-COST
WATER SUPPLY AND SANITATION
“Rainwater Roof Catchment Systems”
GROUP
7
PUTRI
SAFRIA (25-2011-016)
SITI
HAJAR CAHAYANI (25-2011-027)
DELTA
FITRI SARI (25-2011-040)
JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN
FAKULTAS TEKNIS SIPIL DAN PERENCANAAN
ITENAS
BANDUNG
2014
Pendahuluan
Pengambilan
air hujan merupakan salah satu cara memperoleh air dari siklus hidrologi, untuk
keperluan manusia maupun pertanian. Air hujan disalurkan dan kemudian
dikumpulkan. Pada dasarnya ada dua cara, yaitu pengambilan air hujan untuk
pertanian dan untuk manusia. Cara pengambilan air hujan untuk keperluan
pertanian memerlukan daerah pengangkapan yang besar, sehingga pilihan yang
paling sesuai adalah menggunakan permukaan tanah. Sementara air untuk kebutuhan
manusia harus lebih nyaman dan lebih bersih. Atap merupakan pilihan yang paling
sesuai sebagai permukaan penangkap, karena ketinggiannya akan melindungi air
terhadap pengotoran atau kerusakan yang sering terjadi pada sistem denga
permukaan tanah. Tangki yang dapat diletakkan dekat rumah akan menembah kenyamanan
sistem.
Keuntungan-keuntungan
sistem pengumpulan air hujan dibandingkan perencanaan-perencanaan sistem air
bersih laninnya :
- Kualitas
air hujan sangat baik;
- Sistem
ini berdiri sendiri, sehingga sesuai untuk perkampungan yang tersebar;
- Pembuatannya
dapat menggunakan bahan-bahan dan keahlian setempat;
- Tidak
memerlukan biaya energi untuk mengoperasikan sistem;
- Mudah
dipelihara oleh pemilik atau pemakai;
- Kenyamanan
serta kemudahan dalam memperoleh air, waktu untuk mengumpulkan air dapat
dihemat.
Beberapa
kerugian atau batasannya adalah :
- Modal
awal yang tinggi, sehingga perlu dibuat pinjaman dana dengan bunga rendah;
- Julah
air yang tersedia tergantung dari curah hujan dan luas atap;
- Air
yang tidak mengandung mineral mempunyai rasa tawar dan dapat menyebabkan
kekurangan gizi.
Kelayakan Sistem Atap Penangkap Hujan
Langkah awal
dalam merencanakan dan mengembangkan SAPH meliputi penilaian kelayakan sistem
yang ditentukan oleh tiga faktor pembatasan yaitu teknik, ekonomi dan sosial.
Teknik
Kelayakan
SAPH lebih banyak ditentukan oleh ketersediaan air dibandingkan dengan
penggunaan atau kebutuhan. Penyediaan air dari sistem ini tergantung pada
besarnya dan variasi curah hujan yang turun selama satu tahun. Kebutuhan yang
menentukan besaran sistem tergantung pada pemakaian air. Di daerah pedesaan
yang sedang berkembang, tiap orang dapat memakai 15 – 30 liter per hari.
Data curah
hujan 10 tahun dapat dipakai dalam menentukan bekalan sistem. Informasi ini
diperoleh dari Dinas Meteorologi Pemerintah, Kementerian Pertanian, Universitas
atau Bandara. Jika pada suatu daerah tidak tersedia data curah hujan, data yang
didapat dari stasiun pengamat terdekat dapat digunakan untuk daerah yang
dimaksud.
Ekonomi
SAPH harus ekonomis dan layak untuk tiap-tiap
rumah. Harga SAPH yang direncanakan harus dievaluasi dan dibandingkan dengan
harga pembangunan sistem penyediaan air lainnya. Harga sistem penangkap dan
penyimpanan tergantung dari bangunan yang telah ada yang dapat dimanfaatkan,
dan harga bahan-bahan bangunan tambahan setempat. Sistem yang layak secara
ekonomis harus juga dapat diterima oleh para pemilik rumah atau keluarga. Jika
penggunaan SAPH akan disebarkan pada suatu daerah, dana untuk tangki harus
disediakan dari Komite Pengembangan Desa Pusat. Modal dapat disediakan dalam
bentuk dana yang berputar.
Sosial
Segera
setelah SAPH dinyatakan secara teknik dan ekonomi layak dibangun, langkah
berikutnya adalah melibatkan segi sosial dan penilaian masyarakat. Tahap ini
merupakan tahap yang paling menentukan terhadap keberhasilan SAPH.
Pembangunan
proyek harus mempertimbangkan kebutuhan masyarakat secara luas, meliputi
kepentingan kebiasaan tradisional yang ada dalam masyarakat. Ahli rekayasa
harus mengumpulkan informasi tentang teknologi penampungan air hujan yang ada
dan mendiskusikanya dengan masyarakat dalam hal fungsi kerjanya.
Biasanya,
anggota masyarakat akan menentukan apakah mereka ingin berperan serta dalam
proyek atau tidak dan berapa besar waktu atau uang yang dapat diberikan pada
proyek.
Perancangan
Tahap
perancangan proyek meliputi perhitungan ukuran tangki penyimpanan. Ada beberapa
metode yang dapat digunakan untuk menentukan volume tangki.
Kebutuhan Musim Kering dan Jumlah Air yang Tersedia
Pendekatan
ini mempertimbangkan lama periode musim kering sebagai batasan perancangan.
Tangki dirancang untuk membantu keluarga pemakai selama musim kering. Dengan
alasan ini, metode akan lebih tepat jika data musim hujan atau kering yang
pasti selama setahun tersedia.
Lamanya
periode musim kering dapat diperkirakan dengan :
- Bertanya
pada petani dan penduduk tentang musim kering terpanjang yang mereka ingat;
- Perkiraan
data dari petugas cuaca, dicari jumlah bulan-bulan kering berurutan setiap
setahun.
Analisa Kurva Massa
Metode yang
lebih tepat untuk mencari ukuran tangki adalah analisis data dengan teknik
kurva massa. Berhasil tidaknya teknik ini memerlukan data paling sedikit 10
tahun.
Pertama-tama
diperlukan perkiraan koefisien aliran permukaan. Sejumlah air hujan akan hilang
ketika dikumpulkan/ditampung. Jumlah yang terkumpul dinyatakan sebagai bagian
yang disebut Koefisien aliran permukaan (jumlah air yang masuk ke tangki) /
(hujan yang jatuh ke atap). Ini bukan merupakan nilai tepat, tetapi diperkirakan
berdasarkan jenis atap, kondisi talang dan pipa, serta penguapan pada atap dan
tangki. Nilai perkiraan koefisien aliran permkaan adalah :
|
Tipe Atap
|
Talang yang Baik
|
Talang yang Buruk
|
|
Logam
|
0,9
|
0.8
|
|
Atap-atap lain
(Atap ilalang/ jerami tidak dianjurkan)
|
0,8
|
0,7
|
Jika telah
mengerti tentang koefisien aliran permukaan, akan lebih aman jika kita
menggunakan nilai yang lebih rendah seperti 0,75 atau 0,7 daripada nilai yang
lebih tinggi.
Pembangunan
Bagian-bagian SAPH meliputi atap,
system talang dan tangki penyimpanan. Harus dibuat pula beberapa perlengkapan
untuk dengan lancer membuang air pencucian pertama.
Luas
Daerah Penangkapan
– Untuk mengumpulkan air hujan, atap harus terbuat dari bahan yang sesuai,
mempunyai luas permukaan yang cukup serta kemiringan yang cukup pula, agar
dapat mengalirkan air. Bahan-bahan yang sesuai untuk SAPH termasuk seng
gelombang, ubin tanah liat dan sumber daya setempat yang tersedia.
Lembaran seng bergelombang
ringan, mudah dipasang dan hanya memerlukan sedikit perawatan. Bahan ini lebih
mahal atau mungkin
KASUS
B
|
CURAH HUJAN (mm)
|
||||||||||||
|
Jan
|
Feb
|
Mar
|
Apr
|
Mei
|
Jun
|
Jul
|
Agus
|
Sep
|
Ok
|
Nov
|
Des
|
Annual Average
|
|
34
|
51
|
144
|
75
|
189
|
103
|
70
|
131
|
218
|
140
|
81
|
83
|
109,9166667
|
|
65
|
103
|
45
|
101
|
25
|
68
|
57
|
96
|
61
|
211
|
45
|
119
|
83
|
|
72
|
59
|
82
|
99
|
81
|
107
|
43
|
132
|
139
|
303
|
30
|
149
|
108
|
|
74
|
84
|
107
|
27
|
142
|
118
|
57
|
122
|
64
|
57
|
159
|
112
|
93,58333333
|
|
167
|
63
|
97
|
58
|
94
|
78
|
172
|
117
|
87
|
142
|
120
|
85
|
106,6666667
|
|
122
|
74
|
111
|
37
|
33
|
32
|
83
|
142
|
131
|
252
|
118
|
56
|
99,25
|
|
70
|
65
|
207
|
34
|
57
|
168
|
278
|
162
|
108
|
214
|
243
|
53
|
138,25
|
|
230
|
138
|
140
|
183
|
32
|
137
|
51
|
110
|
115
|
107
|
69
|
170
|
123,5
|
|
105
|
112
|
87
|
81
|
94
|
98
|
16
|
249
|
129
|
160
|
96
|
204
|
119,25
|
|
90
|
39
|
35
|
31
|
211
|
84
|
93
|
144
|
235
|
166
|
38
|
341
|
125,5833333
|
|
AVERAGE IN TEN YEARS
|
110,7
|
|||||||||||
|
AVERAGE PER MONTH (mm)
|
|||||||||||
|
Jan
|
Feb
|
Mar
|
Apr
|
Mei
|
Jun
|
Jul
|
Agus
|
Sep
|
Ok
|
Nov
|
Des
|
|
102,9
|
78,8
|
105,5
|
72,6
|
95,8
|
99,3
|
92
|
140,5
|
128,7
|
175,2
|
99,9
|
137,2
|
1.
KEBUTUHAN
AIR :
-
Air yang tersedia dengan curah
hujan rata-rata 110,7 mm dan luas atap rata-rata 25 m2 :
= 25 m2 x (110,7/1000) m/tahun
= 2,7675 m3/tahun
→ Curah hujan sangat kecil.
Diperkirakan tidak mampu mencukupi kebutuhan air
-
Kebutuhan air per tahun (untuk
semua kebutuhan):
= 7 hari x (30/1000) m3/org/hari
x 365 hari = 76,65 m3
→ Kebutuhan terlalu tinggi
-
Kebutuhan tahunan (untuk minum
dan makan) :
= 7 hari x (9,3/1000) m3/org/hari
x 365 hari = 23,7615 m3
→ Kebutuhan air menjadi lebih
kecil
2.
PERENCANAAN
TANGKI (DENGAN METODE PENGUMPULAN MUSIM KEMARAU VS KEBUTUHAN) :
-
Kebutuhan air untuk 6 bulan
(untuk minum dan makan) :
= 76,65 m3 /tahun x
(6/12) tahun = 38,325 m3
-
Curah hujan rata-rata selama
musim kering (dengan asumsi bulan April-September):
= (72,6 + 95,8 + 99,3 + 92 + 140,5 + 128,7)/1000 m
= 0,6289 m
-
Air yang bisa tersedia dengan
curah hujan pada musim kemarau dan kebutuhan = 0,6289 m x 25 m2 = 15,7225 m3
-
Jadi ukuran tangkinya adalah :
= Jumlah kebutuhan – yang
dibutuhkan = 38,325 m3 - 15,7225 m3 = 22,6025 m3
Preliminary
Capturing rain water is one way to obtain water from the hydrological cycle, for human or agricultural purposes. Rainwater is channeled and then collected. Basically there are two ways to capture rain water for agriculture and human. How to capture rain water for agricultural purposes arrests require a large area, so that the most suitable choice is to use the surface of the ground. While water for human needs to be more comfortable and cleaner. The roof is the most suitable choice as a catcher surface, because of its height the water will protect against fouling or damage that often occurs on the premises the system ground. The tank can be put close to home comfort systems will menembah.
Capturing rain water is one way to obtain water from the hydrological cycle, for human or agricultural purposes. Rainwater is channeled and then collected. Basically there are two ways to capture rain water for agriculture and human. How to capture rain water for agricultural purposes arrests require a large area, so that the most suitable choice is to use the surface of the ground. While water for human needs to be more comfortable and cleaner. The roof is the most suitable choice as a catcher surface, because of its height the water will protect against fouling or damage that often occurs on the premises the system ground. The tank can be put close to home comfort systems will menembah.
The advantages of rainwater collection
systems compared plannings
water systems bigger one:
- rainwater quality is very good;
- The system is a stand-alone,
so it is suitable for scattered settlements;
- can use materials
and local expertise;
- Does not require energy costs
to operate the system;
- Easily maintained by the owner
or user;
- comfort and ease in obtaining water, the
time to collect water can be
saved.
Some of the
disadvantages
or limitations are :
- high initial capital, so it needs to be made with
a low-interest loan fund;
- The amount of available water
depends on rainfall and roof area;
- Water that does not contain
mineral has insipidity
and can lead to malnutrition.
Roof
System Feasibility
Rain Catcher
The first step in planning
and developing Saph
includes assessing the feasibility of
the system is
determined by three factors, namely
the restriction of technical,
economic and social.
Technique
Saph Eligibility
is determined more by the availability of water compared with the use
or need. Water
supply of the system depends on
the magnitude and variation of rainfall during
the year. The
need for a system that determines
the amount of water depending on usage. In
rural areas that are growing, everyone
can use 15-30 liters
per day.
10 years of rainfall data
can be used in
determining the system. This
information was obtained from the Meteorological Office of the Government, the Ministry of Agriculture, the University or the airport. If in an
area not available rainfall data,
the data obtained from the nearest monitoring stations can be used for the
area in question.
Economy
Saph must be economically feasible for each home. Price
Saph planned to
be evaluated and compared to the price development of other water supply systems. Price catcher and
storage systems depend on existing buildings that can be used, and the
price of building materials additional
local. Economically viable system must also be
accepted by the homeowner or family. If the use
of Saph will be distributed
in an area, the funding for the tank to be provided from Central Village
Development Committee. Capital
can be provided in the form of a rotating fund.
Social
As soon as Saph declared technically and
economically feasible to be built, the next step is to involve the community in terms of social and assessments. This stage is the most crucial step to the success of Saph.
Development projects must
consider the needs of society at large,
including the interests of the
traditional customs that exist in
society. Engineer should collect information on rainwater harvesting
technologies that exist and mendiskusikanya to
society in terms of its function.
Typically, members of the
public will decide whether
they want to participate
in the project or not and how much
time or money can
be given to the project.
Designing
The design phase of the project includes the calculation of the size of the storage tank. There are several methods that can be used to determine the volume of the tank.
The design phase of the project includes the calculation of the size of the storage tank. There are several methods that can be used to determine the volume of the tank.
Needs
Dry Season and Number
of Available Water
This approach considers
a long period of drought
as design constraints.
The tank is designed to help the wearer families during
the dry season. For this reason, the
method would be more appropriate
if the data is rainy
or dry seasons during
the year are definitely available.
The length of the dry season period can be
estimated by :
- Ask the farmers and residents of
the longest dry season
they remember;
- weather forecast data from the officer, sought
the amount of consecutive dry months each year.
Mass
Curve Analysis
The method is more appropriate to look for the size of the tank is a data analysis technique of mass curve. Success
or failure of this technique requires
at least 10 years
of data.
First estimates of
coefficient of runoff is required. A number of the rain water will be lost when collected /
accommodated. The amount collected is expressed as part of the so-called coefficient
of runoff (the amount of water entering the tank) / (rain that falls
onto the roof). This is not an exact value, but it is estimated based on the type of roofing, guttering
and pipe conditions,
as well as the evaporation of the
roof and the tank.
Value permkaan flow
coefficient estimates are:
|
type
of
roof
|
Good Gutter
|
Poor Gutter
|
|
metal
|
0,9
|
0.8
|
|
Other roofs
(Roof thatch / hay is not recommended)
|
0,8
|
0,7
|
If you already know about the coefficient of
runoff, it would be safer if we
use a lower value such as 0.75 or 0.7 rather than a higher value.
KASUS
B
|
CURAH HUJAN (mm)
|
||||||||||||
|
Jan
|
Feb
|
Mar
|
Apr
|
Mei
|
Jun
|
Jul
|
Agus
|
Sep
|
Ok
|
Nov
|
Des
|
Annual Average
|
|
34
|
51
|
144
|
75
|
189
|
103
|
70
|
131
|
218
|
140
|
81
|
83
|
109,9166667
|
|
65
|
103
|
45
|
101
|
25
|
68
|
57
|
96
|
61
|
211
|
45
|
119
|
83
|
|
72
|
59
|
82
|
99
|
81
|
107
|
43
|
132
|
139
|
303
|
30
|
149
|
108
|
|
74
|
84
|
107
|
27
|
142
|
118
|
57
|
122
|
64
|
57
|
159
|
112
|
93,58333333
|
|
167
|
63
|
97
|
58
|
94
|
78
|
172
|
117
|
87
|
142
|
120
|
85
|
106,6666667
|
|
122
|
74
|
111
|
37
|
33
|
32
|
83
|
142
|
131
|
252
|
118
|
56
|
99,25
|
|
70
|
65
|
207
|
34
|
57
|
168
|
278
|
162
|
108
|
214
|
243
|
53
|
138,25
|
|
230
|
138
|
140
|
183
|
32
|
137
|
51
|
110
|
115
|
107
|
69
|
170
|
123,5
|
|
105
|
112
|
87
|
81
|
94
|
98
|
16
|
249
|
129
|
160
|
96
|
204
|
119,25
|
|
90
|
39
|
35
|
31
|
211
|
84
|
93
|
144
|
235
|
166
|
38
|
341
|
125,5833333
|
|
AVERAGE IN TEN YEARS
|
110,7
|
|||||||||||
|
AVERAGE PER MONTH (mm)
|
|||||||||||
|
Jan
|
Feb
|
Mar
|
Apr
|
Mei
|
Jun
|
Jul
|
Agus
|
Sep
|
Ok
|
Nov
|
Des
|
|
102,9
|
78,8
|
105,5
|
72,6
|
95,8
|
99,3
|
92
|
140,5
|
128,7
|
175,2
|
99,9
|
137,2
|
1.
KEBUTUHAN
AIR :
-
Air yang tersedia dengan curah
hujan rata-rata 110,7 mm dan luas atap rata-rata 25 m2 :
= 25 m2 x (110,7/1000) m/tahun
= 2,7675 m3/tahun
→ Curah hujan sangat kecil.
Diperkirakan tidak mampu mencukupi kebutuhan air
-
Kebutuhan air per tahun (untuk
semua kebutuhan):
= 7 hari x (30/1000) m3/org/hari
x 365 hari = 76,65 m3
→ Kebutuhan terlalu tinggi
-
Kebutuhan tahunan (untuk minum
dan makan) :
= 7 hari x (9,3/1000) m3/org/hari
x 365 hari = 23,7615 m3
→ Kebutuhan air menjadi lebih
kecil
2.
PERENCANAAN
TANGKI (DENGAN METODE PENGUMPULAN MUSIM KEMARAU VS KEBUTUHAN) :
-
Kebutuhan air untuk 6 bulan
(untuk minum dan makan) :
= 76,65 m3 /tahun x
(6/12) tahun = 38,325 m3
-
Curah hujan rata-rata selama
musim kering (dengan asumsi bulan April-September):
= (72,6 + 95,8 + 99,3 + 92 + 140,5 + 128,7)/1000 m
= 0,6289 m
-
Air yang bisa tersedia dengan
curah hujan pada musim kemarau dan kebutuhan = 0,6289 m x 25 m2 = 15,7225 m3
-
Jadi ukuran tangkinya adalah :
= Jumlah kebutuhan – yang
dibutuhkan = 38,325 m3 - 15,7225 m3 = 22,6025 m3
keren :D :D
BalasHapusSupplier Tas Terbesar
makasih :)
Hapus