7 Des 2016

Praktikum Mikrobiologi 1

Dasar Teori Praktikum Mikrobiologi Pengujian Bakteriologis Makanan



TUJUAN
          Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui total mikroba dari beberapa bahan pangan dan mengetahui metode yang digunakan dalam pengujian total mikroba suatu bahan pangan.

STANDARD PLATE COUNT (SPC)
         Salah satu indikator kerusakan produk pangan adalah bila jumlah mikroorganisme tumbuh melebihi batas yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, diperlukan adanya pengujian total. Salah satu metode pengujian yang dapat dilakukan adalah metode Standard Plate Count (SPC) yang menjelaskan cara menghitung koloni pada cawan serta cara memilih data yang ada untuk menghitung jumlah koloni di dalam suatu contoh.

TEKNIK PENGENCERAN (ENUMERASI)
Enumerasi adalah teknik perhitungan jumlah mikroba dalam suatu media tanpamengidentifikasikan jenis mikroba (bakteri, jamur, yeast), yang bertujuan untuk menentukan jumlah sel dari suatu kultur bakteri secara kuantitatif.
Penetapan jumlah bakteri dilakukan dengan menghitung jumlah sel bakteri yang mampu membentuk koloni di dalam media biakan atau membentuk suspensi dalam larutan biak.
Teknik dilusi sangat penting di dalam analisa mikrobiologi. Karena hampir semua metode perhitungan jumlah sel mikroba mempergunakan teknik ini, dengan metode dilusi kita dapat memperkirakan jumlah sel mikroba pada suatu benda atau produk.Tujuan dari pengenceran bertingkat yaitu memperkecil atau mengurangi jumlah mikroba yang tersuspensi dalam cairan. 

CARA MENGHITUNG JUMLAH MIKROBA DAN PENGARUH FAKTOR PENGENCERAN
            Analisis mikroorganisme digunakan untuk mengetahui jenis dan jumlah mikroorganisme yang terdapat dalam bahan pangan. Analisis tersebut dapat menggunakan standar yang disebut Standar Plate Count (SPC), menjelaskan mengenai cara menghitung koloni pada cawan serta cara memilih data yang ada untuk menghitung jumlah koloni di dalam suatu bahan pangan yang dianalisis. Cara menghitung koloni adalah sebagai berikut:

1.      Cawan yang dipilih dan dihitung adalah yang mengandung jumlah koloni antara 30 sampai 300.
2.      Beberapa koloni yang bergabung menjadi satu merupakan suatu kumpulan koloni yang besar dimana jumlah koloninya diragukan dapat dihitung sebagai satu koloni.
3.      Suatu deretan (rantai) koloni yang terlihat sebagai suatu garis tebal dihitung sebagai satu koloni.
4.      Adapun rumus untuk menghitung jumlah koloni per ml adalah sebagai berikut:
5.      Jumlah koloni per ml = jumlah koloni per cawan x (1/Fp)
6.      Keterangan: Fp = Faktor pengenceran
7.      Tingkat pengenceran yang lebih tinggi menghasilkan jumlah koloni yang lebih banyak.
 

UJI BAKTERIOLOGIS MAKANAN
Agar dapat dilakukan evaluasi serta untuk mengetahui laik sehat (layak dan tidaknya),  suatu makanan dapat dikonsumsi diperlukanalat ukur dan indikator yang valid. Diantara parameter yang digunakan adalah parameter kimia dan bakteriologis. 
Untuk parameter bakteriologis dapat dijelaskan beberapa hal sebagai berikut. Angka bakteri adalah perhitungan jumlah bakteri yang didasarkan pada asumsi bahwa setiap sel bakteri hidup dalam suspensi akan tumbuh menjadi satu koloni setelah diinkubasi dalam media biakan dan lingkungan yang sesuai.Setelah masa inkubasi, jumlah koloni yang tumbuh dihitung dan hasil perhitungannya merupakan perkiraan atau dugaan dari jumlah suspensi tersebut (Bibiana, 1994).
Bakteri E.coli dan Staphylococcus aureus adalah salah satu bakteri indikator untuk menilai pelaksanaan sanitasi makanan. Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1 098/Menke s/SK/VII/2003 tentang Persyaratan Higiene Sanitasi Rumah Makan dan Restoran, angka kuman E.colidalam makanan jadi disyaratkan 0 per gram contoh makanan, dan untuk minuman disyaratkan angkakuman E.coli 0 per 100 ml contoh minuman (WHO, 2000).
Seperti batas angka kuman untuk daging ayam yang diolah dengan pemanasan, batas maksimum yangdisyaratkan untuk Staphylococcus aureus adalah 0 per gram contoh makanan. Untuk jenis minuman ringan dan sari buah batas maksimum yang disyaratkan untuk Staphylococcus aureus adalah 0 per ml (Keputusan Dirjen POM Nomor 03726/B/SK/VII/89 tentang Batas Maksimum Cemaran Mikroba Dalam Makanan).


ANTIBIOTIK
Antibiotik adalah segolongan senyawa, baik alami maupun sintetik, yang mempunyai efek menekan atau menghentikan suatu proses biokimia di dalamorganisme, khusunya dalam proses infeksi oleh bakteri (Craig, 1998). Berdasarkan sifatnya antibiotik dibagi menjadi dua; antibiotik yang bersifat bakterisidal, yaitu antibiotic yang bersifat destruktif terhadap bakteri dan antibiotic yang bersifat bakteriostatik, yaitu antibiotik yang bekerja menghambat pertumbuhan atau multiplikasi bakteri (Van Saene, 2005).
Antibiotika yang ideal harus memenuhi syarat-syarat antara lain mempunyai kemampuan untuk mematikan atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme yang luas (broad spectrum antibiotic), tidak menimbulkan pengaruh samping (sideeffect) yang buruk pada host, tidak menimbulkan terjadinya resistensi dari mikroorganisme patogan serta konsentrasi antibiotik dalam jaringan harus mencapai taraf cukup tinggi sehingga mampu menghambat atau mematikan penyebab infeksi(Pelczar dan Chan, 2005).
Uji potensi antibiotika dilakukan dalam dua metode yaitu metode kertas saring (Kirby and Bauer) dan metode d’Aubert. Metode kertas saring menghambat pertumbuhan mikroorganisme dengan menggunakan zat-zat kimia seperti fungisida, bakterisida, dan insektisida. Dengan perlakuan fisik seperti dengan sinar UV, pemanasan yang tinggi, serta dengan perlakuan perlakuan biologi seperti menggunakan  mikroorganisme lain sebagai antagonis. Metode d’Aubert yaitu metode yang digunakan untuk memeriksa kadar antibiotika dalam  bahan makanansebagai bahan pengawet (Ramona dkk, 2007)



Bakteri Koliform
Adanya bakteri koliform di dalam minuman menunjukkan kemungkinan adanya mikroba yang bersifat enteropatogenik dan atau toksikgenik yang berbahaya bagi kesehatan. Koliform merupakan suatu grup bakteri yang digunakan sebagai indikator adanya polusi kotoran dan kondisi yang tidak baik terhadap air, makanan,, susu,dll. Koliform sebagai suatu kelompok dicirikan sebagai bakteri berbentuk batang, gram negative, tidak membentuk spora, aerobik dan anaerobik fakultatif yang memfermentasi laktosa dengan menghasilkan asam dan gas dalam waktu 48 jam pada suhu 35 
Keberadaan kuman-kuman patogen dalam sampel air umumnya dalam jumlah kecil dan karena sukarnya teknik pengisolasian, maka pemeriksaan bakteriologik air minum untuk mengetahui keberadaan kuman pathogen menjadi tidak praktis. Selain itu, analisis air tidak memungkinkan dapat menentukan semua jenis kuman patogen. Oleh karena itu, dilakukan suatu pendekatan dengan melakukan pemeriksaan bakteriologis terhadap keberadaan kuman komensal usus manusia, yaitu bakteri koli (koli fekal dan nonfekal) utamanya bakteri Escherichia coli sebagai indikator terjadinya pencemaran fekal. Digunakannya Escherichia coli sebagai indikator kualitas air disebabkan Escherichia coli hidup di usus manusia dan hewan dan keluar melalui tinja sehingga keberadaanya di air memperingatkan tentang kemungkinan adanya patogen lain yang berasal dari usus atau system pencernaan hewan dan manusia. Selain itu Escherichia coli juga dapat memfermentasikan laktosa dengan membentuk gas pada suhu kamar, sehingga untuk uji bekteriologik air merupakan indikator yang terpercaya.

Pemerikasaan Bakteriologik Air
Pemeriksaan kuantitatif, yaitu untuk menentukan atau mendeteksi bakteri koli dalam air, terdiri dari tiga tahap yaitu :
1. Uji pendugaan (presumptive test)
Uji ini dilakukan untuk menduga keberadaan bakteri koli dalam suatu sampel air. Uji dilakukan dalam medium fermentasi kaldu laktosa (laktosa broth) yang berisi tabung Durham. Uji dinyatakan positif bila terbentuk gas pada tabung Durham, karena bakteri koli mampu memfermentasikan laktosa dengan menghasilkan gas yang merupakan khasnya. Uji pendugaan dapat menunjukkan kuantitas mikroorganisme koli yang merupakan jumlah perkiraan trdekat (MPN : Most Probable Number). MPN didapatkan dengan menghitung jumlah tabung positif dari tiap seri setelah 24 jam inkubasi pada suhu 37°C. Jumlah tabung tersebut dicocokkan dengan tabel MPN yang sesuai dengan jumlah seri tabung yang digunakan (missal MPN 3-3-3 atau MPN 5-5-5) untuk mengetahui nilai MPN.
2. Uji penegasan atau penentu (confirmed test)
Konfirmasi dari uji pendugaan perlu dilakukan, karena nilai positif (gas) dari uji pertama dapat juga merupakan reaksi dari bakteri non koli yang bukan indicator pencemar fekal. Uji penentu memrlukan medium selektif atau diferensisal, misalnya BGLB (Brilliant Green Lactose Broth) dengan dilengkapi tabung Durham, EMB (Eosin Metylen Blue) atau endo agar. umumnya digunakan BGLB dengan tabung Durham karena diketahui ox-bile dan brilliant green dalam BGLB mampu menghambat pertumbuhan bakteri gram positif yang termasuk memfermentasikan laktosa seperti Clostridia. Syarat uji bernilai positif sama dengan uji pendugaan. Bila pada tahap ini di dalam kultur uji masih terbentuk gas, maka sampel air dinyatakan tidak layak minum.
3. Uji pelengkap (completed test)
Uji ini merupakan analisis akhir dari sampel air untuk mendeteksi keberadaan bakteri koli fekal. Metode yang digunakan adalah pengecatan Gram terhadap bakteri yang muncul atau tumbuh pada media EMB agar pada uji penentu. Bila karakter koloni berwarna hijau metalik dan hasil pengamatan dengan mikroskop menunjukkan bakteri berbentuk batang tersebut adalah E. coli dan uji pelengkap bernilai positif.

BRILLIANT EMPEDU AGAR HIJAU
Agar Empedu Brilliant Green digunakan untuk deteksi cepat bakteri coliform dalam air dan limbah. Media ini tidak dianjurkan untuk penentuan tepat dari coliform dalam sampel air. Para agen selektif dalam medium berwarna hijau cemerlang dan empedu yang menghambat bakteri Gram positif. Dasar fuchsin dan erioglaucine adalah pH indikator yang berubah menjadi merah ke ungu dalam menanggapi fermentasi asam laktosa. Laktosa-fermentasi bakteri (E coli) menghasilkan koloni merah tua. Media ini sangat sensitif terhadap cahaya dan harus digunakan pada hari itu disiapkan.
Untuk menunjukkan adanya Escherichia coli, Kaldu Empedu Brilliant Green diinkubasi pada 44 ± 1 ° C selama 48 jam.Kekeruhan dalam kaldu dan produksi gas dalam tabung terbalik adalah tanda-tanda positif. Tes produksi indol di 44 ° C juga dilakukan di Air Tryptone (CM0087) atau Air Peptone (CM0009) untuk mengkonfirmasi identitas Escherichia coli.


CLOSTRIDIUM
Clostridia adalah, membentuk spora yang lebih besar dari badan kuman, Gram positif, berbentuk batang, anaerob (meskipun beberapa spesies mikroaerofilik). Mereka dikenal untuk menghasilkan berbagai racun, beberapa di antaranya fatal. Mereka bertanggung jawab untuk beberapa penyakit paling mematikan termasuk gas, tetanus dan botulisme gangren
Clostridia biasanya ditemukan di lingkungan. Mereka mendiami tanah sedimen, limbah, dan laut, serta usus hewan dan manusia.Beberapa spesies Clostridia yang digunakan industri untuk produksi alkohol dan pelarut komersial. Beberapa spesies, seperti C. butyricum dan C. pasteurianum memperbaiki nitrogen. Spora dari Clostridia diproduksi selama masa stres, dan dapat bertahan dalam lingkungan yang beracun dimana bakteri anaerob tidak bisa.
Patologi. Clostridium septicum telah sangat terkait dengan keganasan. Artinya, 83% pasien memiliki infeksi C. septicum juga telah didiagnosis mengidap kanker.
Domain: Bakteri
Filum: Firmicutes
Kelas: Clostridia
Order: Clostridiales
Keluarga: Clostridiaceae
Genus: Clostridium 

Salmonella
Salmonella adalah bakteri gram negatif, berbentuk batang basil yang dapat menyebabkan penyakit diare pada manusia. Mereka adalah makhluk hidup mikroskopis yang lulus dari tinja orang atau hewan untuk orang lain atau hewan lainnya.
Keluarga Salmonella merupakan salah satu organisme bersel terlalu kecil untuk dilihat tanpa mikroskop. Dua serotipe, enteritidis Salmonella typhimurium dan Salmonella adalah yang paling umum di Amerika Serikat dan account untuk setengah dari semua infeksi manusia.Strain yang tidak menimbulkan gejala pada hewan dapat membuat orang sakit, dan sebaliknya. Jika ada dalam makanan, tidak biasanya mempengaruhi rasa, bau, atau penampilan dari makanan.Bakteri hidup dalam saluran usus hewan yang terinfeksi dan manusia. Bakteri Salmonella telah diketahui menyebabkan penyakit selama lebih dari 100 tahun

Infeksi Salmonella
Infeksi Salmonella adalah penyakit bawaan makanan yang disebabkan oleh bakteri salmonella yang dibawa oleh beberapa hewan yang dapat ditularkan dari permukaan dapur dan dapat dalam air, kotoran hewan tanah, daging mentah, dan telur. Infeksi Salmonella biasanya mempengaruhi usus, menyebabkan muntah, demam, dan gejala lain yang biasanya menyelesaikan tanpa perawatan medis.

Agar SS
Agar SS adalah diferensial, medium selektif untuk isolasi Shigella dan spesies Salmonella dari spesimen patologis, bahan makanan yang dicurigai, dll organisme Gram-positif dan coliform terhambat oleh aksi komponen penghambat selektif hijau brilian, garam empedu, tiosulfat dan sitrat .
Tiosulfat dalam kombinasi dengan zat besi juga bertindak sebagai indikator untuk produksi sulfida, yang ditandai dengan menghitam di pusat-pusat koloni.

 DAFTAR PUSTAKA
Amiruddin, 1993, Kamus Kimia Organik. Depdikbud : Jakarta.
Anwar.dkk1989. Sanitasi Makanan dan Minuman pada Institusi PendidikanTenaga Sanitasi. Jakarta: Departemen Kesehatan
Dirjen POM, (1979), Farmakope Indonesia, Edisi III, Depkes RI, Jakarta.
Djide, Natsir, (2005), Mikrobiologi Farmasi Dasar, Jurusan Farmasi Universitas Hasanuddin, Makassar.
Fardiaz Srikandi, (1993), Analisis Mikrobiologi Pangan, PT Raja Grafinda Persada, Jakarta.
Fardiaz, Srikandi.1993. Analisis Mikrobiologi Pangan. Institut Pertanian Bogo
Hart, Tony dan Paul Shears. 1997. Atlas Berwarna Mikrobiologi Kedokteran.Jakarta: Hipokrates
Johnson, Arthur G.dkk.1994. Mikrobiologi dan Imunologi.Jakarta:BinarupaAksara2
Lay, Bibiana W., (1994), Analisis Mikroba di Laboratorium, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
Mycek, M.J., Harrey, R.A., Champe, P.C., 2002, “Farmakologi Ulasan Bergambar”, Widya Media, Jakarta
Pelczar, Michael J. dan E.C.S. Chan, (1986), Dasar-Dasar Mikrobiologi 1, UI Press, Jakarta.
Pusat POM Nasional, (2000), Metode Analisis Mikrobiologi, Pusat Pengujian Obat dan Makanan Nasional Badan POM, Jakarta.
 
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar