19 Des 2016

TLTG "Sumur dan Pompa Tangan"



LOW-COST WATER SUPPLY AND SANITATION


Well and Handpump


GROUP 7
PUTRI SAFRIA                          (25-2011-016)
SITI HAJAR CAHAYANI           (25-2011-027)
DELTA FITRI SARI                   (25-2011-040)

 
 

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN
FAKULTAS TEKNIS SIPIL DAN PERENCANAAN
ITENAS
BANDUNG
2014


4.2a PENDAHULUAN
Pendahuluan
Tujua dari Dasawarsa Internasional dalam Penyediaan Air Bersih dan Sanitasi adalah dapat memberikan cara yang benar untuk mendapatkan air minum yang aman dan bersih kepada semua orang yang berada di negara berkembang. Pompa tangan dipasang di sumur, tempat air tanah dengan kualitas yang layak siap diambil, merupakan sistem penyediaan air yang termudah dan murah untuk pedesaan, dan daerah pinggiran kota.

Keuntungan-keuntungan
Sumur dan pompa tangan merupakan suatu metode biaya rendah untuk penyediaan air bersih. Perbedaan investasi awal yang dibutuhkan antara sistem konvesional dan pompa tangan dapat mencapai 100 ,illiard US dollar ($50/orang x 2000 juta orang).
Jelas disini bahwa program air bersih dihadapkan pada keterbatasan dana dan bahwa sistem konvesional hanya dapat menyediakan pelayanan air yang terbatas untuk persentase penduduk kecil yang membutuhkan sistem penyediaan air bersih yang baik, sementara pompa tangan berlantai yang murah biayanya merupakan pilihan yang menawarkan pilihan kemungkinan pelayanan yang lebih luas.
Selanjutnya, biaya dan kesulitan pemeliharaan sistem konvensional kadang-kadang membawa kegagalan awal, sementara pompa tangan menawarkan suatu kemungkinan dengan sistem pemeliharaan yang lebih sederhana. Sumur pompa tangan, gali atau bor, merupakan sumber iar skala kecil. Karenanya, sumur-sumur itu cocok untuk melayani penduduk yang tersebar.
Dalam beberapa hal sumur-sumur tersebut dapat dibangun dan dipelihara sendiri oleh pemakai, sehingga megurangi kemungkinan kerusakan dan ketergantungan pada pemeliharaan oleh orang luar.
Di samping keuntungan-keuntungan ini, penyediaan air tanah dengan pompa tangan biasanya bebas patogen, sebab air secara alamiah tersaring pada saat melewati lapisan tanah. Pengolahan jarang dibutuhkan jika sumur terhindar dari pencemaran air permukaan.

Pertimbangan Hidrogeologis
Sebuah sumur bor produktif, secara sederhana merupakan sebuah lubang dalam tanah dengan diameter sembarangan yang jika susunan batuannya tidak terkonsolidasi, dapat dipancangi dengan sebuah pipa berlubang agar air masuk ke dalam lubang sumur. Perencanaan sumur bor yang efisien membutuhkan ketelitian dan tergantung pada pengetahuan tentang terjadinya air dan pergarakannya melalui batuan (hidrogeologi). Perencanaan sumur bor yang buruk mungkin merupakan salah satu penyebab utama rusaknya pompa tangan.
Proyek penyediaan air bersih pedesaan yang membangun sumur bor yang dilengkapi dengan pompa tangan, biasanya memasukkan ke dalamnya staf geologi atau insinyur dengan beberapa pelatihan tambahan atau pengalaman dalam hidrogeologi. Pengetahuan akan proyek adalah penting, sebab proyek-proyek semacam ini tidak dapat diterapkan secara efektif tanpa suatu pengertian akan terjadinya air tanah, pergerakan, perhitungan debit dan metode pengambilan air tanah dan melindungi dari pencemaran.
Suatu lapisan pembawa air (akuifer) adalah suatu formasi yang dapat menghasilkan air yang dapat diandalkan, dalam jumlah yang cukup untuk suatu besaran pemakaian tertentu. Sehingga, sebgai contoh, lapisan pembawa air untuk penyediaan air bersih rumah tangga melalui pompa tangan tidak perlu harus sama besarnya dengan lapisan pembawa air untuk irigasi. Istilah lapisan pembawa air yang dipergunakan di dalam permasalahan ini menunjukka lapisan material yang berisi air yang dapat menghasilakan terus menerus untuk penyediaan air pompa tangan, yaitu 0,3 l/det ataupun 0,25 l/det. Lebih dalam suatu sumur menembus ke dalam lapisan pembawa air, kemungkinan produksi airnya mungkin akan lebih tinggi, demikian pula biaya pembangunannya.
Jenis tingkah laku lapisan pembawa air merupakan hal yang penting pada pencemaran sumur. Lapisan pembawa air tertekan atau setengah tertekan lebih terlindungi terhadap pencemaran daripada lapisan pembawa air tidak tertekan, sebab ukuran butiran dan pori yang lebih kecil pada lapisan tanah yang berada diantaranya akan memperlambat aliran air ke bawah. Patogen dalam air akan dihilangkan melalui penyaringan alamiah dan proses absorpsi.
Suatu lapisan pembawa air mempunyai dua fungsi penting, yaitu fungsi penampung dan penyalur air. Lapisan tersebut menyimpan air, berlaku seperti reservoar dan mengalirkan air seperti suatu pipa. Dua sifat lapisan pembawa air yang berhubungan dengan fungsinya sebagai penampung air adalah porositas dari kapasitas hasil spesifiknya.
Porositas formasi pembawa air adalah bagian dari volumenya yang terdiri dari pori. Porositas adalah suatu petunjuk dari berapa banyak air yang dapat disimpan dalam suatu material yang jenuh dan biasanya dinyatakan dalam persentase dari volume material tersebut, namun porositas tidak menunjukkan berapa banyaknya air yang akan dihasilkan dari material proses tersebut.

Kebutuhan Non-Teknis
Pendapat umum berikut ini merupakan hal yang penting dari faktor-faktor non teknis untuk lebih dipertimbangkan bilamana pompa tangan direncanakan dan diterapkan.
·       Jika pompa tangan akan dibangun, digunakan dan dipelihara dengan baik, maka hubungan sosial, organisasi, ekonomi dan rintangan teknis harus diatasi.
·       Mulai dari saat pemasangan pompa tangan, anggota masyarakat ikut serta dalam perencanaan dan pekerjaan fisik pemasangan pompa.
·       Penunjukan petugas dan tukang reparasi yang cukup terlatih dan yang mempunyai peralatan dan suku cadang yang cukup, dalam usaha-usaha perbaikan dan pemeliharaan segera terhadap sejumlah besar pompa tangan.
·       Dukungan untuk pemeliharaan pompa tangan harus dilembagakan pad atingkat nasional, propinsi dan desa. Kebutuhan dana harus selalu disarankan kepada tingkat nasional, dimana tujuan program ditetapkan dan dibuat, dalam mencapai tujuan penyediaan air minum nasional.
·       Dukungan tingkat kabupaten dapat meliputi bengkel untuk kerusakan-kerusakan berat, bantuan pendistribusian suku cadang, dan pengadaan latihan kerja.
·       Pada tingkat desa salah satu cara pelaksanaan program adalah dengan membuat penduduk desa dapat menerima tanggung jawab akhir pemeliharaan pompa agar mereka sendiri mencari jalan untuk mengumpulkan dana, menutup biaya, memilih dan membantu petugas dan menyelesaikan persengkataan yang berhubungan dengan pompa tangan.


4.2b KONSTRUKSI SUMUR GALI DAN SUMUR BOR
Pendahuluan
Ada berbagai cara yang berbeda dalam membuat sumur, masing-masing membutuhkan tingkat investasi yang berbeda dan masing-masing cocok untuk lingkungan hidro-geologis, sosial dan kelembagaan yang tertentu. Secara umum, sumur dapat dibagi kedalam dua bagian besar, sumur gali dan sumur bor.

Sumur Gali
Sebuah sumur gali biasaya dibuat oleh masyarakat atau tenaga tukang setempat dengan hanya sedikit atau tanpa ketergantungan dari orang luar untuk penyuluhan teknis. Selain keuntungan dari keikutsertaan masyarakat dan perlengkapan minimal yang dbutuhkan, sumur gali juga mempunyai kelebihan bahwa jika pompa rusak, sumur-sumur itu masih tetap dapat dipergunakan dalam rangka penyediaan air dengan mempergunakan ember dan tali. Keuntungan lainnya, sumur-sumur ini dapat digunakan pada suatu lapisan pembawa air yang mempunyai kapasitas hasil rendah, sebab sumur-sumur tersebut dapat menyimpan air.

Penempatan, Perancangan dan Konstruksi Sumur Gali
Sumur gali biasanya dibangun di daerah yang lapisan pembaw aairnya dangkal, berkisaran dari 5 sampai dengan 20 meter. Kita harus berhati-hati dalam menentukan lokasi air dengan menghindari daerah dimana muka air tanahnya dapat naik sampai kurang dari 1 meter di bawah muka tanah, untuk menghindari pencemaran sumber air. Tempat yang cocok untuk konstruksi sumur gali dapat pula diketahui dari foto udara dan pengamatan topografi, jenis tanah, tumbuh-tumbuhan serta perasaan dan pengalaman. Selain tempat yang cocok untuk konstruksi, kedalam sumur gali juga menjadi hal yang penting untuk dapat menghindari kondisi terburuk yang mungkin ada yaitu keringnya sumur pada musim kering. Oleh karena itu, dianjurkan untuk emmbangun sumur pada musim kerang pada saat muka air tanah berada dalam taraf yang paling rendah.
Diameter terkecil untuk sumur gali biasanya adalah 0,8 meter, agar memungkinkan segikitnya satu orang masuk ke dalam lubang galian dan menggali (dalam hal penggalian dengan tangan). Penampungan dapat diperbesar dengan memperbesar diameter sumur atau kedalamannya. Penambahan kedalaman biasanya lebih disukai, karena akan juga menambahkan produksi, dan akan membuat sumur lebih tahan terhadap penurunan muka air.
Untuk pencegahan dinding sumur gali runtuh setelah penggalian diselesaikan, sumur perlu diberi dinding, dengan mempergunakan bata, batu atau beton. Pemilihan material dinding tergantung pada pertimbangan ketersediaan dan dananya. Dinding hanya boleh berpori atau berlubang-lubang pada bagian bawahnya, dan tidak sampai di atas muka air, untuk memungkinkan gerakan masuknya air tanah ke dalam sumur.
Setelah pendidingan selesai, sumur akan memerlukan perlindungan dari air tercemar dan benda-benda asing yang dapat masuk ke dalamnya dari bagian atas sumur. Ini dapat dilakukan dengan memberikan lantai penutup, pemasangan pompa dan membuat saluran sederhana untuk menjaga agar sekelilingnya tetap bersih.

Sumur Bor
Ada berbagai metode pemboran dan perlengkapan untuk membor. Keanegaraman jenis peralatan menyulitkan pemilihan metode pemboran yang paling cocok untuk penyediaan air tanah dengan sumur bor di pedesaan. Semua itu tergantung pada persyaratan dan keadaan berikut ini :
·       Bor tangan lebih tepat untuk lubang bor sampai dengan kedalaman 15 m dengan diameter 200 mm dan dipakai untuk membor formasi yang lunak.
·       Anjungan bor kabel (cable-tool drilling rigs) mungkin lebih tepat untuk lubang bor sampai kedalaman 50 m dan diameter 200 mm yang dapat membor formasi lunak sampai agak keras.
·       Anjungan bor berputar dengan semprotan udara (Small air flush rotary rig) mungkin lebih tepat untuk lubang bor sampai kedalaman 50 m dan diameter 200 mm, yang dipergunakan untuk membor formasi tanah yang keras.
·       Anjungan bor berputar serba guna (Multy porpose rotary rig) ukuran besar dapat dipakai untuk semua jenis pemboran, jika biaya, tenaga kerja dan tenaga pendukung bukan merupakan faktor penghalan dan kecepatan adalah yang paling diutamakan.

Prinsip-Prinsip Peletakan, Perancangan dan Konstruksi Sumur Bor
 Sumur bor akan menjadi suatu pilihan untuk penyediaan air bersih dengan air tanah, bila muka air tanah lebih dari 6 – 10 meter. Sumur bor mempunyai keuntungan karena dapat masuk langsung kedalam lapisan pembawa air, berarti lebih tahan terhadap penurunan muka air dan lebih baik dalam mencegah terjadinya pencemaran. Namun, sumur bor lebih mahal, tidak mempunyai daya tampung tinggi dan kadang-kadang menjadi suatu gangguan yang datang dari luar bagi masyarakat, kerena mereka tidak dapat disertakan sepenuhnya dalam proses konstruksi.
1.    Penempatan
Masyarakat diperbolehkan ikut serta memilih lokasi sejauh kondisi hidrologi mengizinkan. Dalam beberapa hal, petunjuk praktis dapat diterapkan dalam pemilihan penempatan sumur, namun dilain  pihak, teknik perkiraan yang kompleks seperti peledakan seismi mungkin dibutuhkan.

2.    Keperluan-keperluan
Dalam penggunaan pompa tangan, sebuah sumur bor lengkap hendaknya bebas-pasir, dapat memberikan kapasitas hasil 0,5 l/detik (0,25 l/detik masih dapat diterima). Idealnya, sumber dengan kapasitas hasil kurang dari 0,25 l/detik hendaknya ditinggalkan, lebih baik sebelum pemasangan pipa selubung.

3.    Kedalaman
Ahli hidrologi harus menetapkan sampai kedalaman mana pemboran harus dihentikan. Kadang-kadang hal ini bukan merupakan suatu keputusan yang mudah dibuat. Pemboran yang terlalu dnagkal akan memberikan produksi yang tidak mencukupi, dan sumur mungkin akan sangat mudah terpengaruh fluktuasi muka air musiman, atau menyusutnya muka air yang disebabkan periode musim kering yang berkepanjangan. Di lain pihak, sumur bor yang terlalu dalam akan semakin mahal dna memakan banyak waktu.
Pemboran hanya sampai pada kedalaman yang dibutuhkan adalah salah satu pokok dalam perencanaan sumur bor biaya murah. Keputusan tentang kapan memberhentikan pemboran didasarkan atas bukti, contoh batuan dan pada tes awal produksi air yang dilakukan selama masa pembuatan.

4.    Pemasangan kerikil
Pada umumnya pemasangan kerikil diperlukan bila sumur bor tidak menembus lapisan batuan atau pasir kasar. Pemasangan kerikil memiliki berbagai kegunaan :
·       Membantu menaikkan permeabilitas tepat di sekitar saringan, sehingga kecepatan aliran air tanah menurun dan kehilangan tekanan berkurang.
·       Mencegah material halus memasuki lubang bor, yaitu dengan menurunkan kecepatan aliran sehingga hanya endapan halus yang terbawa dan pasnagan kerikil direncanakan agar pori-pori antara batuan cukup kecil untuk dapat mencegah terbawanya butiran-butiran halus.
·       Memungkinkan lubang saringan sumur bor menjadi lebih besar, sehingga memungkinkan luas penampang dari lubang lebih besar dan mengecilkan kecepatan masuk air ke dalam sumur bor tanpa menguurangi kekuatan pipa sampai pada tingkat yang dapat diterima.
·       Mengisi ruangan antara dinding lubang bor dan pipa pembatas, sehingga mencegah pembentukan runtuhan dan kemungkinan kerusakan pipa.
Ukuran kerikil hendaknya dipilih berdasarkan karakteristik ukuran butiran lapisan pembawa air, dan saringan sumur bor direncanakan berdasarkan karakteristik ukuran butiran dari kerikil pembukus dan tidak sebaliknya.
Prinsip dasar pemasangan kerikil berdasarkan empiris, perbandingan antara kerikil (P) terhadap lapisan pembawa air (A). Harga-harga P-A berkisar antara 4 untuk formasi seragam dan kerikil seragam sampai 17 untuk formasi tidak seragam dan kerikil bergradasi.
Hal penting lainnya dalam pemasangan kerikil adalah ketebalan pasangan kerikil sekeliling saringan sumur. Test laboratorium telah menunjukkan bahwa ketebalan lapisan kerikil yang terdiri hanya beberapa kerikil saja sudah cukup untuk mencegah gerakan lapisan tanah.
Yang terakhir adalah hal tentang prinsip-prinsip prosedur pemasangan kerikil. Kekurang-telitian pemasangan kerikil bisa menyebabkan lapisan tanah runtuh menutup saringan dan menghambat pembangunan sumur. Maka pemasangan kerikil harus diawasi sari awal sampai akhir oleh seorang alhi hidrologi.

5.    Perencanaan saringan
Ukuran lubang saringan dipilih setelah ukuran kerikil dipilih, dimana ukuran lubang tergantung pada keseragaman ukuran kerikil. Lubang saringan hendaknya dapat menahan 90 persen dari kerikil pengisi. Oleh karenanya pemompaan pasir akan minimum, walaupun kadang-kadang usaha ini harus disertai dengan biaya tambahan dan sedikit penurunan efisiensi sumur bor. Biasanya bahan saringan pilihan adalah pipa baja berlubang (sulit silubangi) dan saringan kawat melingkar (yang mempunyai bukaan besar tetapi snagat mahal).
Pemikiran yang lain adalah proporsi luas bukaan saringan. Suatu persesuaian diperlukan antara dua faktor di bawah ini :
·       Kecepatan air memasuki saringan perlu dijaga di bawah suatu besaran tertentu (katakan 1,5 cm/detik), karena luas bukaan perlu diperbesarkan.
·       Saringan menjadi lemah dengan bertambahnya luas bukaan



6.    Posisi saringan
Lubang-lubang sumur pada susunan batuan keras tidak memerlukan saringan. Susunan lainnya, memerlukan suatu saringan yang ditempatkan pada bagian yang paling tidak kedap air dari lapisan pembawa air, sebagaimana ditentukan dari analisa potongan dan tingkah laku muka air selam pemboran. Saringan tidak boleh diletakkan kurang dari kedalaman minimum (katakan 5 m) di bawah tanah, yang akan memungkinkan sumur bor tercemari air dari permukaan.

7.    Pengembangan sumur bor
Maksud pengembangan sumur adalah menstabilkan lapisan kerikil dan lapisan batuan tepat disekitar sumur bor. Kebersihan air sering memperbesar permeabilitas tanah di sekitar lubang sumur bor, caranya dengan mempertinggi kecepatan masuknya air ke dalam sumur lebih cepat daripada kecepatan yang direncanakan selama pemompaan.
Cara pengembangan sumur, antara lain “surging” (pemompaan dengan tekanan udara atau surge blocks) dan “rawhiding” (pemompaan berlebih).

8.    Tes uji pemompaan sumur bor
Uji pemompaan pada sumur bor sesudah dibangun dilakukan untuk memberikan informasi mengenai kemampuan produksi sumur bor. Biasanya diperoleh dengan memperbesar kecepatan pemompaan pada langkah-langkah yang sama, sementara pengukuran penurunan muka air yang terjadi dalam sumur dilakukan.

Pembiayaan
Rata-rata, biaya sumur atau sumur bor (dengan instalasi pompa tangan), yang dibor atau digali pada kedalaman 15 meter sampai 60 meter, berkisar antara 10 sampai 50 US $/orang. Untuk sumur bor atau galian pada kedalaman sampai 18 m, sebagai contoh di India dan beberapa negara-negara di Afrika, biayanya berkisar antara 8 sampai 20 US $/orang.
Biaya-biaya ini terdiri atas :
·       Biaya awal untuk perlengkapan yang sesuai dengan kondisi hidrologis dan jenis program yang direncanakan.
·       Biaya pengoperasian peralatan termasuk pengadaan tenaga terlatih (operator) dan untuk bantuan merawat dan memperbaiki.

PRAKTEK TIGA JAM
Masyarakat 1
Tinggi muka air tanah adalah 10 meter, kualitas air dapat diterima dan tanahnya alluvial (muda). Ada banyak tumbuh-tumbuhan di sekitarnya.
Ada 500 orang di desa, cukup terorganisasi dengan baik dengan pemimpin yang berpengaruh. Tidak ada listrik, pendapatan penduduk rendah dari penjualan hasil bumi, tetapi mereka petani yang baik. Uang kontan sangat sedikit.
jawaban :
a.    Survey yang harus dilakukan adalah adalah melakukan pemetaan daerah sekitar. Pemetaan ini dilakukan untuk menentukan lokasi dimana akan dibangun sumur di desa tersebut. Selain itu, pemetaan pun dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh pada sumur yang akan dibangun, misalnya di daerah tersebut ada sungai tercemar yang bisa mempengaruhi kualitas air sumur yang akan dibangun atau jarak dari perumahan penduduk ke sumur yang akan dibangun. Kita juga perlu mengetahui jarak muka air tanah atau air tanah dalam untuk menentukan sumur apa yang akan dibangun.
Kegiatan survey lain yang dilakukan adalah melihat partisipasi masyarakat terhadap proyek pembangunan sumur tersebut. Ini sangat penting karena tanpa adanya partisipasi masyarakat, proyek itu tidak akan berjalan lancar. Keengganan masyarakat untuk menggunakan air dari sumur tersebut karena lebih menyukai menggunakan air dari sungai akan menghambat kelangsungan proyek ini.
Yang tidak kalah pentingnya adalah melakukan survey sosio-ekonomi. Ini juga untuk menentukan tingkat ekonomi masyarakat, kebudayaan masyarakat di daerah itu, orang yang paling berpengaruh, dll.
b.    Pendidikan penunjang yang dibutuhkan
Pendidikan penunjang yang dibutuhkan adalah pengetahuan masyarakat mengenai cara untuk membangun sumur atau pendidikan terakhir dari masyarakat sekitar. Jika ada masyarakat yang mengetahui cara membangun sumur, bisa dilibatkan dalam proyek yang akan dilakukan. Pendidikan terakhir sangat menentukan metode apa yang akan dilakukan dalam pendekatan yang dilakukan. Selain itu kita pun harus mengetahui pengetahuan mereka tentang penyakit dan seberapa penting mereka harus menjaga kebersihan lingkungannya.
c.    Kemungkinan alternatif yang dibutuhkan
Jika masyarakat tidak ada yang mengetahui cara membangun sumur, pemimpin proyek dapat melibatkan tenaga ahli. Masyarakat dilibatkan dalam pekerjaan lain yang dilakukan, seperti mengaduk semen atau kegiatan lainnya.
d.    Jenis pompa yang cocok
Jika melihat dari kedalaman muka air tanahnya dan pendapatannya rendah, pompa yang cocok adalah jenis pompa berdaya hisap rendah. Pada kedalaman sepuluh meter, air tanah masih berada di atas lapisan akuifer sehingga tidak menghasilkan tekanan yang tinggi. Selain itu, faktor yang paling berpengaruh adalah uang yang tersedia untuk pemeliharaan sumur itu. Pendapatan yang rendah merupakan salah satu pertimbangannya.
e.    Apa yang akan dibutuhkan untuk jenis operasi dan pemeliharaan
Yang dibutuhkan dalam pemeliharaan adalah tenaga ahli dari masyarakat sekitar yang dibutuhkan untuk memperbaiki apabila ada kerusakan pada pompa. Selain itu, dibutuhkan iuran dari masyarakat apabila sewaktu-waktu adanya kerusakan pada pompa. Dibutuhkan pula pengawasan dari suatu lembaga atau dari pemimpin proyek dalam rentang waktu tertentu.
f.     Program yang akan diterapkan
Di dalam pemeliharaan, yang akan diterapkan adalah sistem pemeliharaan tiga-tingkat. Tingkat pertama adalah pemeliharaan kepala pompa rutin yang merupakan tanggung jawab petugas desa. Tingkat kedua adalah tenaga teknis untuk memperbaiki kerusakan dalam pompa dari masyarkat sekitar. Tingkat ketiga adalah tenaga teknis untuk memperbaiki kerusakan dalam pompa dari pemilik proyek.

Masyarakat 2
Demikian pula terdapat 500 orang di desa ini, cukup terorganisasi dengan baik, dengan pemimpin yang berpengaruh. Tidak ada listrik, lebih dari setengahnya pendapatannya berasal dari hasil penjualan hasil bumi. Terdapat beberapa tukang di desa itu yang pendapatannya berasal dari kegiatan yang bukan dari pertanian. Air berada 40 meter di bawah muka tanah. Terdapat saluran di dekatnya tetapi air hanya tersedia pada musim hujan.
jawaban
a.    Survey yang harus dilakukan adalah adalah melakukan pemetaan daerah sekitar. Pemetaan ini dilakukan untuk menentukan lokasi dimana akan dibangun sumur di desa tersebut. Selain itu, pemetaan pun dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh pada sumur yang akan dibangun, misalnya di daerah tersebut ada sungai tercemar yang bisa mempengaruhi kualitas air sumur yang akan dibangun atau jarak dari perumahan penduduk ke sumur yang akan dibangun. Kita juga perlu mengetahui jarak muka air tanah atau air tanah dalam untuk menentukan sumur apa yang akan dibangun.
Kegiatan survey lain yang dilakukan adalah melihat partisipasi masyarakat terhadap proyek pembangunan sumur tersebut. Apakah mungkin masyarakat dilibatkan dalam proyek pun sangat perlu diketahui. Keengganan masyarakat untuk menggunakan air dari sumur tersebut karena adanya budaya untuk menggunakan air sungai dalam memenuhi kebutuhan hidupnya akan sangat menghambat dalam proyek tersebut. Yang tidak kalah pentingnya adalah melakukan survey sosio-ekonomi. Ini juga untuk menentukan tingkat ekonomi masyarakat, kebudayaan masyarakat di daerah itu, orang yang paling berpengaruh, dll.
b.    Pendidikan penunjang yang dibutuhkan
Pendidikan penunjang yang dibutuhkan adalah pengetahuan masyarakat mengenai cara untuk membangun sumur atau pendidikan terakhir dari masyarakat sekitar. Jika ada masyarakat yang mengetahui cara membangun sumur, bisa dilibatkan dalam proyek yang akan dilakukan. Pendidikan terakhir sangat menentukan metode apa yang akan dilakukan dalam pendekatan yang dilakukan. Selain itu kita pun harus mengetahui pengetahuan mereka tentang penyakit dan seberapa penting mereka harus menjaga kebersihan lingkungannya.
c.    Kemungkinan alternatif yang dibutuhkan
Jika masyarakat tidak ada yang mengetahui cara membangun sumur, pemimpin proyek dapat melibatkan tenaga ahli. Masyarakat dilibatkan dalam pekerjaan lain yang dilakukan, seperti mengaduk semen atau kegiatan lainnya.
d.    Jenis pompa yang cocok
Jika melihat dari kedalaman muka air tanahnya, pompa yang cocok adalah jenis pompa tekanan tinggi. Ini disebabkan pada kedalaman muka air tanahnya yaitu 40 m. Ini kemungkinan berada di dalam lapisan akuifer yang tekanannya cukup tinggi.
e.    Apa yang akan dibutuhkan untuk jenis operasi dan pemeliharaan
Yang dibutuhkan dalam pemeliharaan adalah tenaga ahli dari masyarakat sekitar yang dibutuhkan untuk memperbaiki apabila ada kerusakan pada pompa. Selain itu, dibutuhkan iuran dari masyarakat apabila sewaktu-waktu adanya kerusakan pada pompa. Selain itu, dibutuhkan pula pengetahuan masyarakat akan kemungkinan kerusakan yang terjadi. Dibutuhkan pula pengawasan dari suatu lembaga atau dari pemimpin proyek dalam rentang waktu tertentu.
f.     Program yang akan diterapkan
Di dalam pemeliharaan, yang akan diterapkan adalah sistem pemeliharaan tiga-tingkat. Tingkat pertama adalah pemeliharaan kepala pompa rutin yang merupakan tanggung jawab petugas desa. Tingkat kedua adalah tenaga teknis untuk memperbaiki kerusakan dalam pompa dari masyarkat sekitar. Tingkat ketiga adalah tenaga teknis untuk memperbaiki kerusakan dalam pompa dari pemilik proyek.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar