LOW-COST
WATER SUPPLY AND SANITATION
“Health
Aspect of Water Supply and Sanitation”
PUTRI SAFRIA (25-2011-016)
SITI HAJAR CAHAYANI (25-2011-027)
DELTA FITRI SARI (25-2011-040)
JURUSAN
TEKNIK LINGKUNGAN
FAKULTAS
TEKNIS SIPIL DAN PERENCANAAN
ITENAS
BANDUNG
2014
Pendahuluan
Beberapa
bagian dunia mempunyai lingkungan dan musim yang membuat beberapa penyakit yang
ada hubungannya dengan air dan sanitasi lebih sering terjadi dan sulit untuk
dikendalikan. Pengendalian banyak penyakit ini dilakukan dengan memutuskan
jalur penyebarannya. Kebanyakan dari cara ini tergantung pada perubahan
kebiasaan dalam keluarga dengan wanita sebagai kunci dari perubahan ini.
Penyakit-penyakit
ini disebabkan oleh berbagai macam mikro-organisme patogen yang ada di dalam
air atau tinja. Ada empat jenis mikro-organisme patogen yang menyebabkan
penyakit yaitu virus, bakteri, protozoa, dan cacing.
Virus. Banyak sekali virus yang dapat menyebabkan infeksi saluran
pencernaan manusia dan dikeluarkan bersama tinja. Mereka dapat menginfeksi
manusia lain bila tertelan atau terhirup. Walaupun tidak dapat berkembang biak
di luar sel hospes, virus dapat hidup sampai beberapa minggu dalam lingkungan terutama
dalam suhu dingin (<15 sup="">o15>
C). Ada 4 kelompok virus penting yang
dikeluarkan melalui tinja : Adeno virus, Entero virus seperti polio virus,
hepatitis, reovirus dan rotavirus.
Bakteri. Bakteri masuk ke hospes yang baru melalui
mulut (makanan, air atau debu) tapi dapat pula masuk melalui paru-paru inhalasi
partikel aerosol) atau melalui mata (setelah menggosok mata dengan jari yang
terkontaminasi tinja).
Protozoa. Protozoa hidup di saluran pencernaan manusia
dan hewan lain dimana mereka menyebabkan diare atau disentri. Bentuk infektif
dari protozoa ini sering kali keluar bersama-sama tinja dalam bentuk kista.
Cacing. Cacing-cacing dibagi dalam 2 kelompok :
1.
Cacing bulat, yang bentuknya bulat pada potongan
melintang
2.
Cacing pipih, yang pipih pada potongan melintang. Cacing
pipih dibagi dua lagi, yaitu cacing pita (terdiri dari rangkaian segmen-segmen)
dan cacing daun (terdiri dari satu badan yang tidak bersegmen)
Kelompok
Utama Penyakit-Penyakit yang Berhubungan dengan Penyediaan Air dan Sanitasi
Klasifikasi
penyakit dibawah ini dibuat berdasarkan jalur penyebarannya :
1.
Diare, disentri dan demam enterik;
2.
Penyakit virus seperti poliomyelitis dan hepatitis A;
3.
- infeksi cacing tanpa hospes perantara seperti cacing
tambang;
- infeksi cacing dengan hospes perantara aquatik seperti
Clonorchiasis;
- infeksi cacing dengan hewan sebagai hospes perantara,
seperti babi pada cacing pita;
4.
Penyakit yang disebarkan oleh insekta yang bersarang di
air, dan
5.
Penyakit-penyakit mata dan kulit seperti trachoma dan
lain-lain seperti Rickettsiosis dan yang menyebar lewat kutu.
Langkah-langkah
umum dan pengendalian berupa perbaikan kualitas air, penyediaan air, pembuangan
tinja, pengolahan itnja, higiene perseorangan dan keluarga, higiene makanan,
pembuangan dan drainase air limbah.
Tranmisi
Contoh
dari kelompok ini adalah Cholera, Shigellosis, infeksi rotavirus, Amoebiasis
dan Typhus abdomialis. Semua penyakit-penyakit ini disebabkan oleh virus,
bakteri dan protozoa yang ada di dalam tinja orang sakit. Bila tinja orang
sakit tadi masuk ke dalam penyediaan air minum, mikro organisme tadi bisa
mengkontaminasi penyediaan air dari orang yang rentan dan terjadilah penyebaran
penyakit. Penyebaran selalu melalui jalur fekal-oral.
Pengendalian
Pengendalian
diare, dysentri dan demam enterik tergantung dari syarat perbaikan penyediaan air,
baik dalam kualitas maupun kuantitas, pembuangan tinja yang lebih baik dan
perbaikan higiene perseorangan, keluarga dan makanan.
Grup 2 : Virus yang Meninggalkan Cacat
(Hepatitis A dan Poliomyelitis)
Transmisi
Hepatitis
A dan poliomyelitis keduanya disebarkan melalui jalur fekal-oral, dalam kontak
langsungdengan penderita atau melalui makana atau air. Pada semua kasus, virus
terdapat di dalam tinja orang sakit dan sampai kepada orang yang rentan melalui
cara yang sudah disebut di atas.
Pengendalian
Pada
umumnya, perbaikan penyediaan air dan perbaikan kebersihan perseorangan dan
rumah tangga merupakan faktor yang penting dalam pengendalian penyakit.
Sayangnya langkah-langkah pengendalian Hepatitis A dan Poliomyelitis adalah lebih
kompleks daripada hanya memperbaiki penyediaan air dan higiene. Pada kasus
polio misalnya, vaksinasi adalah jalan pengendalian yang paling efektif.
Group
3 infeksi-infeksi cacing
3.a infeksi cacing tanpa hospes perantara
Transmisi
:
-
Cacing
yang dikeluarkan melalui tinja dan dapat menginveksi manusia tanpa hospes perantara. Cacing tersebut hidup di usus manusia.
-
Telur
atau larva yang dikeluarkan oleh tinja yaitu telur ascaris ( cacing bulat)dan trichirus
-
Trichirus
harus tetap berada dalam lingkungan yang memenuhi syarat (tanah yang hangat dan
lembab) selama 11 minggu atau 2-6 minggu sebelum menjadi infektif.
-
Reinfeksi
dapat terjadi peroral (melalui mulut) yaitu dengan menelan makanan atau debu
yang terkontaminasi telur yang infektif
-
Telur
dar cacing tambang juga berkembang biak pada tanah yang hangat dan lembab,
setelah satu minggu atau lebih terbentuk larva invektif dan menyebabkan
reinfeksi dengan menembus kulit yang utuh biasanya pada kaki.
-
Pengendalian
:
-
Penyebaran
tidak terjadi jika Telur tidak
didepositkan di tanah atau tempat lain yang memenuhi syarat
-
Membatasi
penyebaran dengan cara jamban yang berisi tinja tidak menyalurkan tinja dan
tidak memungkinkan kontaminasi terhadap lantai, halaman atau lapangan namun
tidak efektif karena telur-telur dapat hidup beberapa bulan dalam tanah.
-
Pengelolaaan
efektif adalah penggunanaan kolam stabilisasi pengolahan dan penampung.
-
Memakai
sepatu untuk menghindari kontak langsung dengan tanah
-
rantara aquatic dapat dikelompokkan menjadi
1.
kelompok
yang mempunyai satu hospes aquatic
2.
kelompok
yang mempunyai dua hospes aquatic
3.b
infeksi cacing dengan hospes perantara akuatik
Transmisi
-
cacing
yang mempunyai hospes perantar akuatik, dikelompokan menjadi :
1. kelompok yang mempunyai satu
hospes akuatik
2. kelompok yang mempunyai dua
hospes akuatik
-
Satu
Hospes akuatik- Schitosomiasis :
tinja orang sakit yang mengandung larva cacing masuk kedalam air. Larva masuk
kedalam siput, mengalami berbagai fase perkembangan. Kemudian keluar dari
siput, apabila mnemuka kulit manusia, akan menembus dan terinfeksi.
-
Dua
hospes akuatik – varietas cacing terutama cacing-cacing daun, mempunyai dua
tingkat perantara akuatik.
Penyakit-penyakit nya yaitu Clonorchiasis
dan Fasciolopsiasis pertama—tama
parasit masuk ke siput yang kemudian siput menempel pada tanaman air. Penyakit
disebarkan jika ikan atau tanaman dimakan mentah-mentah
Pengendalian :
Schitosomiasis :
-
Menyediakan
tempat pengganti untuk mandi dan cuci
-
Menjauhkan
urine dan tinja dari danau , kanal dan sungai
-
Pengendalian
siput dapat diselesaikan secara fisik ataupun kimiawi.
-
Pentingnya
pengetahuan tentang kesehatan dalam pengendalian penyakit.
Clonorchiasis dan Fasciolopsiasis :
-
Mencegah
transmisi dengan memasak ikan atau tanaman sebagai hospes sampai matang.
-
Pengolahan
tinja sebelumnya dijadikan pupk sebelum
dimasukkan ke dalam kolam
3.c. infeksi cacing dengan hewan sebagai hospes
perantara (bayi dan sapi)- cacing pita.
Transmisi :
2 cacing pita :
-
Taenita saginata (menyebar melalui sapi)
-
Taenia solium (menyebar melalui babi)
-
Cacing
pita dewasa hidup didalam usus kecil orang yang terinfeksi. Telur-telur
menyebar melalui tinja yang kemudian dimakan oleh sapi atau babi. Penyebaran
dapat tejadi jika orang yang makan
daging atau babi yang tidak matang.
Pengendalian :
Babi dapat terinfeksi
jika memakan tinja manusia yang ada di sekitar rumahnya atau kandangnya,
jamban-jamban harus dibangun di tempat yang tidak dapat terjangkau oleh babi
dan sapi. Kotoran harus diolah secara benar sebelum disebarkan ke
ladang-ladang.
Jika daging dimasak
secara benar sebelum dimakan , maka kista cacing pita yang mungkin ada akan
hancur. Perbaikan sistem pembuangan dapat mencegah terjadinya hubungan antara
babi atau sapi dengan tinja, dan perbaikan pengolahan dapat mematikan
telur-telur cacing pita.
Grup 4: Penyakit yang
disebarkan Insekta yang bersarang di Air
Tranmisi
Banyak penyakit yang
berhubungan dengan insekta disebarkan oleh insekta yang dalam beberapa hal
berhubungan dengan air. Ada 4 jenis malaria yang disebabkan oleh protozoa:
Plasmodium falciparum, P.vivax, P.ovale dan P.malariae. Umumnya malaria
menyebabkan demam, mual, sakit kepala dan berkeringat. Serangan malaria dapat
berlangsung selama berhari-hari maupun berminggu-minggu, dan kambuh adalah
gejala umum bagi beberapa jenis. Malaria bersifat endemis di banyak negara
tropis dan sub-tropis. Malaria disebarkan oleh nyamuk anopheles betina yang
terutama mencari makan pada sore hari.
Pengendalian
Malaria dapat dicegah
dengan penggunaan obat-obat supresif secara regular, seperti chloroquine,
primaquine dan fansidar. Nyamuk dapat dikendalikan dengan insektisida dan
dengan melenyapkan sarang-sarangnya, yaitu genangan-genangan air. Gigitan dapat
dikendalikan dengan penolak serangga dan baju yang protektif.
Onchocerciasis- Penyakit
ini disebabkan oleh cacing filaria, yang terdapat di dalam kelenjar getah
bening dalam jaringan subkutan dari hospes. Cacing betina melahirkan
mikrofilaria yang menyebabkan gatal-gatal, gangguan pada pigmen dan mata dapat
menyebabkan gangguan penglihatan yang dapat menakibatkan kebutaan.
Microfilaria ditularkan
melalui gigitan lalat hitam, mereka kemudian tumbuh menjadi larva yang infektif
dan masuk ke dalam aliran daerah hospes sewaktu lalat mengigit. Seseorang dapat
mengendalikan Onchocerciasis dengan memakai baju-baju yang protektif dan bahan
penolak lalat-lalat. Pemakaian obat-obat, seperti Suramin dapat juga
mengendalikan Onchocerciasis secara pengobatan.
Dengue dan Yellow Fever-
Penyakit-penyakit ini disebabkan oleh virus-virus yang dibawa oleh
nyamuk-nyamuk (spesies Aedes aegypti). Mereka mentransmisikan virus-virus
terutama di daerah perkotaan dari orang ke orang, dan menyebabkan demam
berdarah pada hospes manusia. Nyamuk ini berkembang biak di dalam semua wadah
kecil berisi air hujan dan genangan air.
Rencana penyediaan air
dan pembuangan tinja yang dilengkapi dengan drainase yang baik dan mengurangi
kebutuhan untuk menyimpan air dapat mengurangi perkembang-biakan, tetapi tempat
penampungan air hujan tetap tidak terpengaruh. Pemakaian obat semprot dapat
sedikit banyak membantu pengendalian penyakit.
Filariasis Banerofti-
Penyakit ini merupakan infeksi yang disebarkan terutama oleh nyamuk Culex
pipiens, yang berkembang biak di air yang tergenang dan kotor. Tangki septik
yang tidak terawat, saluran-saluran yang tersumbat, tangki-tangki septik dan
lubang-lubang jamban yang membantu perkembangan penyakit ini, yang menyebabkan
penyumbatan kelenjar getah bening yang mengakibatkan pembengkakan setempat dan
pada kasus yang berat terjadi Elephantiasis.
Pilihan-pilihan utama
untuk pengendalian lingkungan ialah:
-
Menghindari
penggunaan saluran-saluran terbuka untuk pembuangan kotoran atau pencegahan
penggenangan air dalam saluran-saluran dengan sering membersihkannya, dan
ketentuan pelayanan pembuangan sampah yang memadai;
-
Penggunaan
dan pemeliharaan kasa anti nyamuk pada pipa-pipa ventilasi tangki septik
(jamban rendam) dan jamban-jamban VIP.
-
Penutupan
dan perbaikan tutup tangki septik, cubluk-cubluk yang penuh air dan
jamban-jamban JVC;
Group 5 penyakit-penyakit kulit, mata dan lain-lain
Transmisi :
-
Tidak
berhubungan dengan tinja dan tidak disebarakan melalui air tetapi desebarkan
bila kebersihan perseorang buruk.
-
Infeksi-infeksi
kulit terjadi di daerah tropis, terutama infeksi jamur, infeksi kulit dan
borok.
-
Scabies sering terjadi diantara kaum
muda, dan dapat terinfeksi oleh bakteri.
-
Infeksi
yang paling parah adalah trachoma,
yang menyebabkan gangguan penglihatan dan kadang-kadang kebutaan.
-
Radang
selaput mata juga sering terjadi
-
Penyebaran terjadi langsung
melalui kotoran yang efektif dari mata ke mata melalui jari, pakaian atau
lalat.
-
Penyakit-penyakit
lain termasuk rickettsiosis (epidemic typhus0 atau typhus yang disebarkan oleh kutu merupakan penyakit
berat yang disebarkan dari orang ke orang oleh kutu manusia.
-
Pediculus humanus ialah penyakit yang sering erjadi pada
lingkungan miskin dan padat dimana iklim yang dingin menyebabkan orang-orang
memakai pakaian yang jarang dicuci (louse-borne),
relapsing fever, disebabakan oleh dorelia recurrentis disebarkan oleh kutu yang sama dan terjadi
pada kondisi lingkungan dan social yang sama.
Pengendalian :
Infeksi-infeksi kulit, mata dan yang disebarkan kutu
dapat dikendalikan dengan peningkatan kebersihan badan air dan pencucian
pakaian yang lebih sering. Hal ini membutuhkan penyediaan air dan program
pendidikan kesehatan yang lebih spesifik dan lebih baik.
TIGA JAM PRAKTEK (Contoh Jamban)
1.
Keluarga Asia Tenggara
·
Beberapa pola perilaku yang
menyebabkan penyebaran penyakit
Ø
Menggunakan
saluran-saluran irigasi kecil yang mengalir dekat rumah sebagai penyediaan air
Ø
Kebanyakan
tinja dibuang di suatu tempat yang tidak jauh dari rumah dan anak-anak kecil
membuang air kecil pada kanal-kanal yang juga dekat dengan tempat tersebut.
Ø
Membuang
tinja disekitar rumah pada siang hari dan pada malam hari tinja dikumpulkan
dalam suatu ember, dan dibuang di kolam-kolam ikan.
Ø
Memelihara
ikan di kolam-kolam yang dipupuk dengan tinja manusia.
·
Analisa peran anggota masyarakat,
terutama wanita-wanita dan para pemimpin dengan tujuan memutuskan jalur
penyebaran penyakit
Pada
kasus ini, tidak ada peran anggota masyarakat dalam memutuskan jalur penyebaran
penyakit baik para pemimpinnya maupun wanita-wanita yang ada. Padahan peran,
sangat berarti untuk kasus ini, terutama wanita-wanita yang merupakan peran
penting yang dapat merubah pikiran dan pola hidup, karena wanita lah yang
mengatur rumah yang merupakan salah satu tepat penyebaran penyakit pada kasus
ini dan wanita (ibu) jugalah yang mengatur tingkah laku anak-anak yang salah
yang juga factor penting dalam jalur penyebaran penyakit. Sementara para
pemimpin lah nantinya yang harusnya mencoba meraih para wanita untuk mengubah
pola piker dan pola tingkah lakunya.
·
Program latihan kewaspadaan yang
bagaimanakah yang dapat melibatkan anggota masyarakat sedemikian rupa sehingga
dapat mencegah penyakit-penyakit ini dan membawa perubahan tingkah laku di
dalam rumah tangga?
Program
latihan yang dapat diterapkan pada kasus ini adalah dengan adanya kerja bakti,
yang sebelumnya disosialisakikan terlebih dahulu. Dengan pendekatan yang baik
maka kerja bakti akan dilakukan dengan baik pula dan pencegahan benyakit dapat
berjalan.
2.
Sebuah Desa Di Afrika Utara
·
Beberapa pola perilaku yang
menyebabkan penyebaran penyakit
Ø
Berjalan
dengan kaki yang tidak beralas pada tanah yang digunakan untuk pembuangan tinja
dan tanah disekitar saluran-saluran dan kanal-kanal yang telah cukup lembab
bagi larva cacing untuk tumbuh.
Ø
Buang
air besar didekat ladang padahal sudah ada jamban yang terletak didekat rumah
tinggal, karena mereka berpendapat bahwa jika harus kembali kerumah hanya untuk
buang air besar, maka hal tersebut kurang masuk akal dan hanya akan membuang
waktu saja.
Ø
Memakan
daging yang mentah dari sapi yang sakit
·
Analisa peran anggota masyarakat,
terutama wanita-wanita dan para pemimpin dengan tujuan memutuskan jalur
penyebaran penyakit
Pada
kasus ini, tidak ada peran anggota masyarakat dalam memutuskan jalur penyebaran
penyakit baik para pemimpinnya maupun wanita-wanita yang ada. Padahan peran,
sangat berarti untuk kasus ini, terutama wanita-wanita yang merupakan peran
penting yang dapat merubah pikiran dan pola hidup, karena wanita lah yang
mengatur rumah yang merupakan salah satu tepat penyebaran penyakit pada kasus
ini dan wanita (ibu) jugalah yang mengatur tingkah laku anak-anak yang salah
yang juga factor penting dalam jalur penyebaran penyakit. Sementara para
pemimpin lah nantinya yang harusnya mencoba meraih para wanita untuk mengubah
pola piker dan pola tingkah lakunya.
·
Program latihan kewaspadaan yang
bagaimanakah yang dapat melibatkan anggota masyarakat sedemikian rupa sehingga dapat
mencegah penyakit-penyakit ini dan membawa perubahan tingkah laku di dalam
rumah tangga?
Program
latihan yang dapat diterapkan pada kasus ini adalah dengan adanya kerja bakti,
yang sebelumnya disosialisakikan terlebih dahulu. Dengan pendekatan yang baik
maka kerja bakti akan dilakukan dengan baik pula dan pencegahan benyakit dapat
berjalan.
Introduction
Some
parts of
the world has the
range and the season that makes
a number of diseases such as those
related to water and sanitation
is more common and difficult to manage. Handling
much of this disease is made by the band
decided it altogether. Most of this guide is subject to
change habits in families with women
as the key to this
change.
These
diseases
are caused by a variety of pathogenic microorganisms in the water or feces. There are
four types of pathogenic micro-organisms that cause diseases are viruses, bacteria,
protozoa, and worms.
Viruses. Many
viruses that can cause human gastrointestinal
infections and issued with
feces. They can
infect other humans
if swallowed or
inhaled. Although it can not multiply
outside the host cell,
the virus can live for several weeks in
the environment, especially in cold temperatures (<15oC). There are 4 groups
of viruses are excreted through the feces important: Adeno virus,
entero virus such
as polio virus, hepatitis, reovirus and
rotavirus.
Bacteria. Bacteria
enter the new
Hospes through the mouth (food,
water, or dust), but can also enter through the lungs inhalation aerosol particles)
or through the eyes (after rubbing the eyes
with contaminated fingers feces).
Protozoa. Protozoa
living in the
digestive tract of humans and
other animals where they cause diarrhea
or dysentery. The
shape of this protozoan infective often out
together in the form of a cyst
stool.
Worms. The
worms were divided into 2 groups:
1.
round worms, which are round in
cross-section
2.
Flatworms , which is
flattened in cross
section. Flatworms again divided into two, namely tapeworm (consisting of
a series of segments) and flukes (consisting of
a body that is
not segmented)
Major
groups Diseases Associated
with Water Supply and Sanitation
The
classification
was made based on the following disease spread
pathways:
1.
Diarrhoea, dysentery and enteric
fever;
2.
viral diseases such as poliomyelitis
and hepatitis A;
3.
- no intermediate host worm
infections such as hookworm;
- Infection of the intermediate host of aquatic worms like
Clonorchiasis;
- Infection with worms as an intermediate host animals, such
as swine tapeworm;
4.
The disease is spread by insects
that nest in the water, and
5.
eye diseases such as trachoma and
skin and others like Rickettsiosis and is spread through ticks.
Common measures
and the improvement of water quality control, water supply, disposal of excreta, itnja processing, individual
and family hygiene,
food hygiene, waste disposal and drainage
water.
Group
1: Diarrhea, Dysentri,
and Enteric Fever
Transmission
Examples of
this group are
cholera, shigellosis, rotavirus infections, Amoebiasis
and typhoid abdomialis.
All of these diseases are caused by viruses,
bacteria and protozoa
in the feces of
sick people. When the feces
of the sick had entered
into a supply of drinking water, microorganisms can contaminate
the water supply of
people who are
vulnerable and there was a
spread of the disease. The spread is always through
the fecal-oral route.
Handling
Handling diarrhea, enteric fever dysentri and conditions are subject to repair water supply, both in quality or quantity, better manure removal and repair personal hygiene, food and family.
Handling diarrhea, enteric fever dysentri and conditions are subject to repair water supply, both in quality or quantity, better manure removal and repair personal hygiene, food and family.
Group
2: Leaving Disabled
Virus (Hepatitis A
and Poliomyelitis)
Transmission
Both hepatitis A and poliomyelitis spread through the fecal-oral route, in langsungdengan patient contact or through food and drink or water. In all cases, the virus present in the feces of the sick and to the people who are vulnerable in ways that have been mentioned above.
Both hepatitis A and poliomyelitis spread through the fecal-oral route, in langsungdengan patient contact or through food and drink or water. In all cases, the virus present in the feces of the sick and to the people who are vulnerable in ways that have been mentioned above.
Control
In general, improvement of water supply and repair of personal and household hygiene is an important factor in disease control. Unfortunately the control measures and Poliomyelitis Hepatitis A is more complex than just fixing water supply and hygiene. In the case of polio, for example, vaccination is the most effective control.
In general, improvement of water supply and repair of personal and household hygiene is an important factor in disease control. Unfortunately the control measures and Poliomyelitis Hepatitis A is more complex than just fixing water supply and hygiene. In the case of polio, for example, vaccination is the most effective control.
Group
3 worm infections
3.a worm infection without an intermediate host
3.a worm infection without an intermediate host
Transmission :
·
Worms
are expelled through feces and can infect humans without an intermediate host.
The worms live in the human gut.
· The eggs or larvae were issued by
the fecal egg ascaris (round worms) and trichirus
· Trichirus must remain in an
environment that meets the requirements (warm and moist soil) for 11 weeks or
2-6 weeks to become infective.
· Reinfection may occur orally (by
mouth) is by ingestion of food or dust contaminated with infective eggs
· Dar hookworm eggs also breed in
warm, moist soil, after a week or more larvae formed invektif and cause
reinfection by penetrating intact skin usually on the feet.
Control :
· The spread does not occur if the eggs are not deposited on the
ground or other qualified
· Limiting the spread in a way that contains a toilet stool
stool did not deliver and does not allow contamination of the floor, yard or
field, but are not effective because the eggs can survive several months in
soil.
· Pengelolaaan effective usage stabilization ponds and
container processing.
· Wear shoes to avoid direct contact with the soil
· Aquatic rantara can be grouped into
- group which has a host of aquatic
- has two host groups of aquatic
3.b worm infection with aquatic intermediate host
Transmission :
· Worms which have host perantar aquatic, grouped into:
- group which has a host of aquatic
- has two host groups of aquatic
· One Hospes akuatik- Schitosomiasis: feces containing the
sick worm larvae into the water. Larvae into snails, experiencing various
stages of development. Then out of the snail, if mnemuka human skin, will
penetrate and infected.
· Two aquatic host - especially worms varieties leaf worms,
have two aquatic intermediate level. Diseases that Clonorchiasis and
Fasciolopsiasis his first entry into the snail parasite that then snail
attached to aquatic plants. The disease is spread when a fish or plants eaten
raw
Control :
Schitosomiasis:
· Provide a substitute for bathing and washing
· Increase the separation between the urine and feces of
lakes, canals and rivers
· Control of snails can be settled physically or chemically.
· The importance of knowledge about health in disease control.
Clonorchiasis and Fasciolopsiasis:
· Prevent transmission by cooking fish or plants as host until
cooked.
· Processing of fecal previously used pupk before being put into
the pool
3.c. infection with worms as an intermediate host animals
(baby and cow) - tapeworms.
Transmission :
2 tapeworms:
· Taenita saginata (spread through cow)
· Taenia solium (spread through pig)
· The adults live in the small intestine of infected people.
The eggs are spread through feces are then eaten by cattle or pigs. The spread
can be occurred if people who eat meat or pork that was not cooked.
Control :
Pigs can be infected if consuming
human feces that is around the house or cage, latrines should be built in a
place that can not be reached by pigs and cows. Impurities must be treated
properly before being disseminated to the fields.
If meat is properly cooked before
being eaten, then the tapeworm cysts that there may be destroyed. Repair
exhaust system can prevent the occurrence of the relationship between pork or
beef with feces, and improved processing can be deadly tapeworm eggs.
Group 4: insect-borne disease that
is nested in the Air
Transmission
Many diseases are associated with insects spread by insects
are in some way connected with the water. There are 4 types of malaria caused
by protozoa: Plasmodium falciparum, P. vivax, P. ovale and P.malariae.
Generally, malaria causes fever, nausea, headache and sweating. Malaria attacks
can last for days or weeks, and relapses are common symptoms for some types.
Malaria is endemic in many countries of tropical and sub-tropical. Malaria is
spread by female Anopheles mosquitoes that mainly foraging in the afternoon.
Control
Malaria can be prevented with the use of suppressive
medications on a regular basis, such as chloroquine, primaquine and Fansidar.
Mosquitoes can be controlled with insecticides and by eliminating their nests,
the puddles. The bites can be controlled with insect repellent and protective
clothing.
Onchocerciasis- disease is caused by filarial worms, which
are found in the lymph nodes in the subcutaneous tissue of the host. Females
give birth to microfilariae worms that cause hives, interference with pigment
and eyes can cause vision problems that can menakibatkan blindness.
Microfilaria are transmitted through the bite of black
flies, they then grow into infective larvae and get into the flow of the host
when the fly bites. A person can control onchocerciasis by wearing protective
clothes and flies repellent material. The use of drugs, such as Suramin can
also control the treatment of onchocerciasis.
Dengue and Yellow Fever- These diseases are caused by
viruses carried by mosquitoes (Aedes aegypti species). They transmit viruses,
especially in urban areas from person to person, and cause dengue fever in the
human host. These mosquitoes breed in small containers filled with water all
the rain and puddles.
Plan for water supply and excreta disposal are equipped with
good drainage and reduce the need to save water can reduce proliferation, but
the rainwater remains unaffected. The use of an inhaler can be a bit much help
control the disease.
Banerofti- filariasis disease is an infection that is spread
primarily by Culex pipiens mosquitoes, which breed in stagnant water and dirty.
Septic tanks are not maintained, the channels are clogged, septic tanks and
latrines holes that help development of this disease, which causes blockage of
the lymph nodes resulting in local swelling and in severe cases occur
Elephantiasis.
The main options for environmental control are:
· Avoiding the use of open channels for sewage, or prevention
of water-logging in the channels with frequent cleaning, and provision of adequate
waste disposal services;
· The use and maintenance of anti-mosquito netting in the vent
pipes septic tank (soak pit) and VIP latrines.
· Closing the lid and repair septic tanks, latrine-pit latrine
is full of water and latrines JVC;
Transmission :
· Not associated with feces and not by water but desebarkan
disebarakan when perseorang bad hygiene.
· Skin infections occur in the tropics, especially fungal
infections, skin infections and ulcers.
· Scabies often occurs among young people, and can be infected
by bacteria.
· Infection is most severe trachoma, which causes impaired vision
and sometimes blindness.
· Inflammation of the lining of the eye is also common
· The spread occurs directly through the effective dirt from
eye to eye by fingers, clothing or flies.
· Other diseases including rickettsiosis (typhus0 or typhus
epidemic spread by ticks is a severe disease that is spread from person to
person by human fleas.
· Pediculus humanus is a disease that often erjadi in poor
neighborhoods and dense which causes cold climates people wear clothes that are
rarely washed (Louse-borne), relapsing fever, are due to dorelia recurrentis
spread by fleas and occurs in the same environmental conditions and same
social.
Control :
Infections of skin, eye and spread lice can be controlled by
improving sanitation and water bodies washing clothes more often. This requires
the provision of water and health education programs that are more specific and
better.
THREE
HOURS OF PRACTICE (Example Latrine)
1.
Family of Southeast
Asia
·
Some patterns of
behavior that lead to the spread of disease
-
Using a small irrigation canals that flow
near the house as
the water supply
-
Most
of feces dumped in a place not far from home and small children urinating on the canals which
are also close to the venue.
-
Throwing feces around the house during the day and at night feces
collected in a bucket,
and dumped in
fish ponds.
-
Maintaining fish in ponds fertilized
with human feces.
·
Analysis
of the role of community members, especially women and
the leaders with the aim of cutting off the spread of disease
In this case, there is no role
of community members decided to
track the spread of disease in both the leaders and the
women there. Padahan role, is very meaningful
for this case,
especially the women who are important
role that can
change your mind and lifestyle, because the
woman was the one who set the
house which is one
of the exact spread of the disease in this case
and the woman (mother),
too, who sets the behavior of the children is also one
of the important factors in the spread
of disease pathways. While the leaders should
be the one who will try to reach out
to women to change the mindset and
behavior patterns.
·
Training of how vigilance can
involve community members in such a way so as to prevent these diseases and to
bring behavioral change in
household?
Training
programs that can be applied in this
case is with the communal work, previously disosialisakikan
advance. With a
good approach then communal work
will be done well and was able to walk
benyakit prevention.
2.
A
Village In North Africa
·
Some patterns of
behavior that lead to the spread of disease
-
Walking with bare feet on the
ground that are not used for disposal of
feces and soil
around the channels and canals that have
sufficient moisture for the larvae to
grow.
-
Defecation near the field when existing
latrines located near
homes, because they
believe that if
they have to return home only
to defecate, then
it makes less sense and is a waste of time.
- Eating raw meat from sick cows
·
Analysis
of the role of community members, especially women and
the leaders with the aim of cutting off the spread of disease
In this case, there is no role
of community members decided to
track the spread of disease in both the leaders and the
women there. Padahan role, is very meaningful
for this case,
especially the women who are important
role that can
change your mind and lifestyle, because the
woman was the one who set the
house which is one
of the exact spread of the disease in this case
and the woman (mother),
too, who sets the behavior of the children is also one
of the important factors in the spread
of disease pathways. While the leaders should
be the one who will try to reach out
to women to change the mindset and
behavior patterns.
·
Training of how vigilance can
involve community members in such a way so as to prevent these diseases and to
bring behavioral change in
household?
Training programs that can be applied in this case is with the communal work, previously disosialisakikan advance. With a good approach then communal work will be done well and was able to walk benyakit prevention.
Training programs that can be applied in this case is with the communal work, previously disosialisakikan advance. With a good approach then communal work will be done well and was able to walk benyakit prevention.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar