8 Des 2016

TLTG "Aspek-Aspek Kesehatan Penyediaan Air Bersih Dan Sanitasi"



LOW-COST WATER SUPPLY AND SANITATION


“Health Aspect of Water Supply and Sanitation”


PUTRI SAFRIA                          (25-2011-016)
SITI HAJAR CAHAYANI           (25-2011-027)
DELTA FITRI SARI                   (25-2011-040)



 JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN
FAKULTAS TEKNIS SIPIL DAN PERENCANAAN
ITENAS
BANDUNG
2014

Pendahuluan
Beberapa bagian dunia mempunyai lingkungan dan musim yang membuat beberapa penyakit yang ada hubungannya dengan air dan sanitasi lebih sering terjadi dan sulit untuk dikendalikan. Pengendalian banyak penyakit ini dilakukan dengan memutuskan jalur penyebarannya. Kebanyakan dari cara ini tergantung pada perubahan kebiasaan dalam keluarga dengan wanita sebagai kunci dari perubahan ini.
Penyakit-penyakit ini disebabkan oleh berbagai macam mikro-organisme patogen yang ada di dalam air atau tinja. Ada empat jenis mikro-organisme patogen yang menyebabkan penyakit yaitu virus, bakteri, protozoa, dan cacing.
Virus. Banyak sekali virus yang dapat menyebabkan infeksi saluran pencernaan manusia dan dikeluarkan bersama tinja. Mereka dapat menginfeksi manusia lain bila tertelan atau terhirup. Walaupun tidak dapat berkembang biak di luar sel hospes, virus dapat hidup sampai beberapa minggu dalam lingkungan terutama dalam suhu dingin (<15 sup="">o
C). Ada 4 kelompok virus penting yang dikeluarkan melalui tinja : Adeno virus, Entero virus seperti polio virus, hepatitis, reovirus dan rotavirus.
Bakteri. Bakteri masuk ke hospes yang baru melalui mulut (makanan, air atau debu) tapi dapat pula masuk melalui paru-paru inhalasi partikel aerosol) atau melalui mata (setelah menggosok mata dengan jari yang terkontaminasi tinja).
Protozoa. Protozoa hidup di saluran pencernaan manusia dan hewan lain dimana mereka menyebabkan diare atau disentri. Bentuk infektif dari protozoa ini sering kali keluar bersama-sama tinja dalam bentuk kista.
Cacing. Cacing-cacing dibagi dalam 2 kelompok :
1.    Cacing bulat, yang bentuknya bulat pada potongan melintang
2.    Cacing pipih, yang pipih pada potongan melintang. Cacing pipih dibagi dua lagi, yaitu cacing pita (terdiri dari rangkaian segmen-segmen) dan cacing daun (terdiri dari satu badan yang tidak bersegmen)

Kelompok Utama Penyakit-Penyakit yang Berhubungan dengan Penyediaan Air dan Sanitasi
Klasifikasi penyakit dibawah ini dibuat berdasarkan jalur penyebarannya :
1.    Diare, disentri dan demam enterik;
2.    Penyakit virus seperti poliomyelitis dan hepatitis A;
3.    - infeksi cacing tanpa hospes perantara seperti cacing tambang;
- infeksi cacing dengan hospes perantara aquatik seperti Clonorchiasis;
- infeksi cacing dengan hewan sebagai hospes perantara, seperti babi pada cacing pita;
4.    Penyakit yang disebarkan oleh insekta yang bersarang di air, dan
5.    Penyakit-penyakit mata dan kulit seperti trachoma dan lain-lain seperti Rickettsiosis dan yang menyebar lewat kutu.
Langkah-langkah umum dan pengendalian berupa perbaikan kualitas air, penyediaan air, pembuangan tinja, pengolahan itnja, higiene perseorangan dan keluarga, higiene makanan, pembuangan dan drainase air limbah.

Grup 1: Penyakit Diare, Dysentri, dan Demam Enterik




Tranmisi
Contoh dari kelompok ini adalah Cholera, Shigellosis, infeksi rotavirus, Amoebiasis dan Typhus abdomialis. Semua penyakit-penyakit ini disebabkan oleh virus, bakteri dan protozoa yang ada di dalam tinja orang sakit. Bila tinja orang sakit tadi masuk ke dalam penyediaan air minum, mikro organisme tadi bisa mengkontaminasi penyediaan air dari orang yang rentan dan terjadilah penyebaran penyakit. Penyebaran selalu melalui jalur fekal-oral.
Pengendalian
Pengendalian diare, dysentri dan demam enterik tergantung dari syarat perbaikan penyediaan air, baik dalam kualitas maupun kuantitas, pembuangan tinja yang lebih baik dan perbaikan higiene perseorangan, keluarga dan makanan.

Grup 2 : Virus yang Meninggalkan Cacat (Hepatitis A dan Poliomyelitis)


Transmisi
Hepatitis A dan poliomyelitis keduanya disebarkan melalui jalur fekal-oral, dalam kontak langsungdengan penderita atau melalui makana atau air. Pada semua kasus, virus terdapat di dalam tinja orang sakit dan sampai kepada orang yang rentan melalui cara yang sudah disebut di atas.
Pengendalian
Pada umumnya, perbaikan penyediaan air dan perbaikan kebersihan perseorangan dan rumah tangga merupakan faktor yang penting dalam pengendalian penyakit. Sayangnya langkah-langkah pengendalian Hepatitis A dan Poliomyelitis adalah lebih kompleks daripada hanya memperbaiki penyediaan air dan higiene. Pada kasus polio misalnya, vaksinasi adalah jalan pengendalian yang paling efektif.

Group 3 infeksi-infeksi cacing
3.a  infeksi cacing tanpa hospes perantara





 
 Transmisi  :
-          Cacing yang dikeluarkan melalui tinja dan dapat menginveksi manusia tanpa  hospes perantara.  Cacing tersebut hidup di usus manusia.
-          Telur atau larva yang dikeluarkan oleh tinja yaitu telur ascaris ( cacing bulat)dan trichirus
-          Trichirus harus tetap berada dalam lingkungan yang memenuhi syarat (tanah yang hangat dan lembab) selama 11 minggu atau 2-6 minggu sebelum menjadi infektif.
-          Reinfeksi dapat terjadi peroral (melalui mulut) yaitu dengan menelan makanan atau debu yang terkontaminasi telur yang infektif
-          Telur dar cacing tambang juga berkembang biak pada tanah yang hangat dan lembab, setelah satu minggu atau lebih terbentuk larva invektif dan menyebabkan reinfeksi dengan menembus kulit yang utuh biasanya pada kaki.
-           
Pengendalian :
-          Penyebaran tidak terjadi jika  Telur tidak didepositkan di tanah atau tempat lain yang memenuhi syarat
-          Membatasi penyebaran dengan cara jamban yang berisi tinja tidak menyalurkan tinja dan tidak memungkinkan kontaminasi terhadap lantai, halaman atau lapangan namun tidak efektif karena telur-telur dapat hidup beberapa bulan dalam tanah.
-          Pengelolaaan efektif adalah penggunanaan kolam stabilisasi pengolahan dan penampung.
-          Memakai sepatu untuk menghindari kontak langsung dengan tanah
-          rantara  aquatic dapat dikelompokkan menjadi
1.       kelompok yang mempunyai satu hospes aquatic
2.       kelompok yang mempunyai dua hospes aquatic


3.b infeksi cacing dengan hospes perantara akuatik                   



Transmisi
-          cacing yang mempunyai hospes perantar akuatik, dikelompokan menjadi :
1.       kelompok yang mempunyai satu hospes akuatik
2.       kelompok yang mempunyai dua hospes akuatik
-          Satu Hospes akuatik- Schitosomiasis : tinja orang sakit yang mengandung larva cacing masuk kedalam air. Larva masuk kedalam siput, mengalami berbagai fase perkembangan. Kemudian keluar dari siput, apabila mnemuka kulit manusia, akan menembus dan terinfeksi.
-          Dua hospes akuatik – varietas cacing terutama cacing-cacing daun, mempunyai dua tingkat perantara akuatik.  Penyakit-penyakit nya yaitu Clonorchiasis dan Fasciolopsiasis pertama—tama parasit masuk ke siput yang kemudian siput menempel pada tanaman air. Penyakit disebarkan jika ikan atau tanaman dimakan mentah-mentah


Pengendalian :
Schitosomiasis :  
-          Menyediakan tempat pengganti untuk mandi dan cuci
-          Menjauhkan urine dan tinja dari danau , kanal dan sungai
-          Pengendalian siput dapat diselesaikan secara fisik ataupun kimiawi.
-          Pentingnya pengetahuan tentang kesehatan dalam pengendalian penyakit.

Clonorchiasis dan Fasciolopsiasis :
-          Mencegah transmisi dengan memasak ikan atau tanaman sebagai hospes sampai matang.
-          Pengolahan tinja sebelumnya  dijadikan pupk sebelum dimasukkan ke dalam kolam

3.c. infeksi cacing dengan hewan sebagai hospes perantara (bayi dan sapi)- cacing pita.

Transmisi :
2 cacing pita :
-       Taenita saginata (menyebar melalui sapi)
-       Taenia solium (menyebar melalui babi)
-       Cacing pita dewasa hidup didalam usus kecil orang yang terinfeksi. Telur-telur menyebar melalui tinja yang kemudian dimakan oleh sapi atau babi. Penyebaran dapat tejadi jika orang yang  makan daging atau babi yang tidak matang.

Pengendalian :
Babi dapat terinfeksi jika memakan tinja manusia yang ada di sekitar rumahnya atau kandangnya, jamban-jamban harus dibangun di tempat yang tidak dapat terjangkau oleh babi dan sapi. Kotoran harus diolah secara benar sebelum disebarkan ke ladang-ladang.
Jika daging dimasak secara benar sebelum dimakan , maka kista cacing pita yang mungkin ada akan hancur. Perbaikan sistem pembuangan dapat mencegah terjadinya hubungan antara babi atau sapi dengan tinja, dan perbaikan pengolahan dapat mematikan telur-telur cacing pita.
Grup 4: Penyakit yang disebarkan Insekta yang bersarang di Air
Tranmisi
Banyak penyakit yang berhubungan dengan insekta disebarkan oleh insekta yang dalam beberapa hal berhubungan dengan air. Ada 4 jenis malaria yang disebabkan oleh protozoa: Plasmodium falciparum, P.vivax, P.ovale dan P.malariae. Umumnya malaria menyebabkan demam, mual, sakit kepala dan berkeringat. Serangan malaria dapat berlangsung selama berhari-hari maupun berminggu-minggu, dan kambuh adalah gejala umum bagi beberapa jenis. Malaria bersifat endemis di banyak negara tropis dan sub-tropis. Malaria disebarkan oleh nyamuk anopheles betina yang terutama mencari makan pada sore hari.
Pengendalian
Malaria dapat dicegah dengan penggunaan obat-obat supresif secara regular, seperti chloroquine, primaquine dan fansidar. Nyamuk dapat dikendalikan dengan insektisida dan dengan melenyapkan sarang-sarangnya, yaitu genangan-genangan air. Gigitan dapat dikendalikan dengan penolak serangga dan baju yang protektif.
Onchocerciasis- Penyakit ini disebabkan oleh cacing filaria, yang terdapat di dalam kelenjar getah bening dalam jaringan subkutan dari hospes. Cacing betina melahirkan mikrofilaria yang menyebabkan gatal-gatal, gangguan pada pigmen dan mata dapat menyebabkan gangguan penglihatan yang dapat menakibatkan kebutaan.
Microfilaria ditularkan melalui gigitan lalat hitam, mereka kemudian tumbuh menjadi larva yang infektif dan masuk ke dalam aliran daerah hospes sewaktu lalat mengigit. Seseorang dapat mengendalikan Onchocerciasis dengan memakai baju-baju yang protektif dan bahan penolak lalat-lalat. Pemakaian obat-obat, seperti Suramin dapat juga mengendalikan Onchocerciasis secara pengobatan.
Dengue dan Yellow Fever- Penyakit-penyakit ini disebabkan oleh virus-virus yang dibawa oleh nyamuk-nyamuk (spesies Aedes aegypti). Mereka mentransmisikan virus-virus terutama di daerah perkotaan dari orang ke orang, dan menyebabkan demam berdarah pada hospes manusia. Nyamuk ini berkembang biak di dalam semua wadah kecil berisi air hujan dan genangan air.
Rencana penyediaan air dan pembuangan tinja yang dilengkapi dengan drainase yang baik dan mengurangi kebutuhan untuk menyimpan air dapat mengurangi perkembang-biakan, tetapi tempat penampungan air hujan tetap tidak terpengaruh. Pemakaian obat semprot dapat sedikit banyak membantu pengendalian penyakit.
Filariasis Banerofti- Penyakit ini merupakan infeksi yang disebarkan terutama oleh nyamuk Culex pipiens, yang berkembang biak di air yang tergenang dan kotor. Tangki septik yang tidak terawat, saluran-saluran yang tersumbat, tangki-tangki septik dan lubang-lubang jamban yang membantu perkembangan penyakit ini, yang menyebabkan penyumbatan kelenjar getah bening yang mengakibatkan pembengkakan setempat dan pada kasus yang berat terjadi Elephantiasis.
Pilihan-pilihan utama untuk pengendalian lingkungan ialah:
-          Menghindari penggunaan saluran-saluran terbuka untuk pembuangan kotoran atau pencegahan penggenangan air dalam saluran-saluran dengan sering membersihkannya, dan ketentuan pelayanan pembuangan sampah yang memadai;
-          Penggunaan dan pemeliharaan kasa anti nyamuk pada pipa-pipa ventilasi tangki septik (jamban rendam) dan jamban-jamban VIP.
-          Penutupan dan perbaikan tutup tangki septik, cubluk-cubluk yang penuh air dan jamban-jamban JVC;
Group 5 penyakit-penyakit kulit, mata dan lain-lain

Transmisi :
-          Tidak berhubungan dengan tinja dan tidak disebarakan melalui air tetapi desebarkan bila kebersihan perseorang buruk.
-          Infeksi-infeksi kulit terjadi di daerah tropis, terutama infeksi jamur, infeksi kulit dan borok.
-          Scabies sering terjadi diantara kaum muda, dan dapat terinfeksi oleh bakteri.
-          Infeksi yang paling parah adalah trachoma, yang menyebabkan gangguan penglihatan dan kadang-kadang kebutaan.
-          Radang selaput mata juga sering terjadi
-          Penyebaran terjadi langsung melalui kotoran yang efektif dari mata ke mata melalui jari, pakaian atau lalat.
-          Penyakit-penyakit lain termasuk  rickettsiosis (epidemic typhus0 atau  typhus  yang disebarkan oleh kutu merupakan penyakit berat yang disebarkan dari orang ke orang oleh kutu manusia.
-          Pediculus humanus  ialah penyakit yang sering erjadi pada lingkungan miskin dan padat dimana iklim yang dingin menyebabkan orang-orang memakai pakaian yang jarang dicuci (louse-borne),  relapsing fever, disebabakan oleh  dorelia recurrentis  disebarkan oleh kutu yang sama dan terjadi pada kondisi lingkungan dan social yang sama.
Pengendalian :
Infeksi-infeksi kulit, mata dan yang disebarkan kutu dapat dikendalikan dengan peningkatan kebersihan badan air dan pencucian pakaian yang lebih sering. Hal ini membutuhkan penyediaan air dan program pendidikan kesehatan yang lebih spesifik dan lebih baik.

TIGA JAM PRAKTEK (Contoh Jamban)
1.        Keluarga Asia Tenggara
·       Beberapa pola perilaku yang menyebabkan penyebaran penyakit
Ø Menggunakan saluran-saluran irigasi kecil yang mengalir dekat rumah sebagai penyediaan air
Ø Kebanyakan tinja dibuang di suatu tempat yang tidak jauh dari rumah dan anak-anak kecil membuang air kecil pada kanal-kanal yang juga dekat dengan tempat tersebut.
Ø Membuang tinja disekitar rumah pada siang hari dan pada malam hari tinja dikumpulkan dalam suatu ember, dan dibuang di kolam-kolam ikan.
Ø Memelihara ikan di kolam-kolam yang dipupuk dengan tinja manusia.

·       Analisa peran anggota masyarakat, terutama wanita-wanita dan para pemimpin dengan tujuan memutuskan jalur penyebaran penyakit
Pada kasus ini, tidak ada peran anggota masyarakat dalam memutuskan jalur penyebaran penyakit baik para pemimpinnya maupun wanita-wanita yang ada. Padahan peran, sangat berarti untuk kasus ini, terutama wanita-wanita yang merupakan peran penting yang dapat merubah pikiran dan pola hidup, karena wanita lah yang mengatur rumah yang merupakan salah satu tepat penyebaran penyakit pada kasus ini dan wanita (ibu) jugalah yang mengatur tingkah laku anak-anak yang salah yang juga factor penting dalam jalur penyebaran penyakit. Sementara para pemimpin lah nantinya yang harusnya mencoba meraih para wanita untuk mengubah pola piker dan pola tingkah lakunya.

·       Program latihan kewaspadaan yang bagaimanakah yang dapat melibatkan anggota masyarakat sedemikian rupa sehingga dapat mencegah penyakit-penyakit ini dan membawa perubahan tingkah laku di dalam rumah tangga?
Program latihan yang dapat diterapkan pada kasus ini adalah dengan adanya kerja bakti, yang sebelumnya disosialisakikan terlebih dahulu. Dengan pendekatan yang baik maka kerja bakti akan dilakukan dengan baik pula dan pencegahan benyakit dapat berjalan.


2.        Sebuah Desa Di Afrika Utara
·       Beberapa pola perilaku yang menyebabkan penyebaran penyakit
Ø Berjalan dengan kaki yang tidak beralas pada tanah yang digunakan untuk pembuangan tinja dan tanah disekitar saluran-saluran dan kanal-kanal yang telah cukup lembab bagi larva cacing untuk tumbuh.
Ø Buang air besar didekat ladang padahal sudah ada jamban yang terletak didekat rumah tinggal, karena mereka berpendapat bahwa jika harus kembali kerumah hanya untuk buang air besar, maka hal tersebut kurang masuk akal dan hanya akan membuang waktu saja.
Ø Memakan daging yang mentah dari sapi yang sakit

·       Analisa peran anggota masyarakat, terutama wanita-wanita dan para pemimpin dengan tujuan memutuskan jalur penyebaran penyakit
Pada kasus ini, tidak ada peran anggota masyarakat dalam memutuskan jalur penyebaran penyakit baik para pemimpinnya maupun wanita-wanita yang ada. Padahan peran, sangat berarti untuk kasus ini, terutama wanita-wanita yang merupakan peran penting yang dapat merubah pikiran dan pola hidup, karena wanita lah yang mengatur rumah yang merupakan salah satu tepat penyebaran penyakit pada kasus ini dan wanita (ibu) jugalah yang mengatur tingkah laku anak-anak yang salah yang juga factor penting dalam jalur penyebaran penyakit. Sementara para pemimpin lah nantinya yang harusnya mencoba meraih para wanita untuk mengubah pola piker dan pola tingkah lakunya.

·       Program latihan kewaspadaan yang bagaimanakah yang dapat melibatkan anggota masyarakat sedemikian rupa sehingga dapat mencegah penyakit-penyakit ini dan membawa perubahan tingkah laku di dalam rumah tangga?
Program latihan yang dapat diterapkan pada kasus ini adalah dengan adanya kerja bakti, yang sebelumnya disosialisakikan terlebih dahulu. Dengan pendekatan yang baik maka kerja bakti akan dilakukan dengan baik pula dan pencegahan benyakit dapat berjalan.


Introduction
Some parts of the world has the range and the season that makes a number of diseases such as those related to water and sanitation is more common and difficult to manage. Handling much of this disease is made by the band decided it altogether. Most of this guide is subject to change habits in families with women as the key to this change.
These diseases are caused by a variety of pathogenic microorganisms in the water or feces. There are four types of pathogenic micro-organisms that cause diseases are viruses, bacteria, protozoa, and worms.
Viruses. Many viruses that can cause human gastrointestinal infections and issued with feces. They can infect other humans if swallowed or inhaled. Although it can not multiply outside the host cell, the virus can live for several weeks in the environment, especially in cold temperatures (<15oC). There are 4 groups of viruses are excreted through the feces important: Adeno virus, entero virus such as polio virus, hepatitis, reovirus and rotavirus.
Bacteria. Bacteria enter the new Hospes through the mouth (food, water, or dust), but can also enter through the lungs inhalation aerosol particles) or through the eyes (after rubbing the eyes with contaminated fingers feces).
Protozoa. Protozoa living in the digestive tract of humans and other animals where they cause diarrhea or dysentery. The shape of this protozoan infective often out together in the form of a cyst stool.
Worms. The worms were divided into 2 groups:
1.    round worms, which are round in cross-section
2.    Flatworms , which is flattened in cross section. Flatworms again divided into two, namely tapeworm (consisting of a series of segments) and flukes (consisting of a body that is not segmented)

Major groups Diseases Associated with Water Supply and Sanitation
The classification was made based on the following disease spread pathways:
1.    Diarrhoea, dysentery and enteric fever;
2.    viral diseases such as poliomyelitis and hepatitis A;
3.    - no intermediate host worm infections such as hookworm;
- Infection of the intermediate host of aquatic worms like Clonorchiasis;
- Infection with worms as an intermediate host animals, such as swine tapeworm;
4.    The disease is spread by insects that nest in the water, and
5.    eye diseases such as trachoma and skin and others like Rickettsiosis and is spread through ticks.

Common measures and the improvement of water quality control, water supply, disposal of excreta, itnja processing, individual and family hygiene, food hygiene, waste disposal and drainage water.

Group 1: Diarrhea, Dysentri, and Enteric Fever


Transmission
Examples of this group are cholera, shigellosis, rotavirus infections, Amoebiasis and typhoid abdomialis. All of these diseases are caused by viruses, bacteria and protozoa in the feces of sick people. When the feces of the sick had entered into a supply of drinking water, microorganisms can contaminate the water supply of people who are vulnerable and there was a spread of the disease. The spread is always through the fecal-oral route.
Handling
Handling diarrhea, enteric fever dysentri and conditions are subject to repair water supply, both in quality or quantity, better manure removal and repair personal hygiene, food and family.


Group 2: Leaving Disabled Virus (Hepatitis A and Poliomyelitis)

Transmission
Both hepatitis A and poliomyelitis spread through the fecal-oral route, in langsungdengan patient contact or through food and drink or water. In all cases, the virus present in the feces of the sick and to the people who are vulnerable in ways that have been mentioned above.
Control
In general, improvement of water supply and repair of personal and household hygiene is an important factor in disease control. Unfortunately the control measures and Poliomyelitis Hepatitis A is more complex than just fixing water supply and hygiene. In the case of polio, for example, vaccination is the most effective control.

Group 3 worm infections

3.a worm infection without an intermediate host


     


Transmission :
·       Worms are expelled through feces and can infect humans without an intermediate host. The worms live in the human gut.
·       The eggs or larvae were issued by the fecal egg ascaris (round worms) and trichirus
·       Trichirus must remain in an environment that meets the requirements (warm and moist soil) for 11 weeks or 2-6 weeks to become infective.
·       Reinfection may occur orally (by mouth) is by ingestion of food or dust contaminated with infective eggs
·       Dar hookworm eggs also breed in warm, moist soil, after a week or more larvae formed invektif and cause reinfection by penetrating intact skin usually on the feet.
Control :
·       The spread does not occur if the eggs are not deposited on the ground or other qualified
·       Limiting the spread in a way that contains a toilet stool stool did not deliver and does not allow contamination of the floor, yard or field, but are not effective because the eggs can survive several months in soil.
·       Pengelolaaan effective usage stabilization ponds and container processing.
·       Wear shoes to avoid direct contact with the soil
·       Aquatic rantara can be grouped into
-     group which has a host of aquatic
-     has two host groups of aquatic

3.b worm infection with aquatic intermediate
host















 


Transmission :
·       Worms which have host perantar aquatic, grouped into:
-     group which has a host of aquatic
-     has two host groups of aquatic
·       One Hospes akuatik- Schitosomiasis: feces containing the sick worm larvae into the water. Larvae into snails, experiencing various stages of development. Then out of the snail, if mnemuka human skin, will penetrate and infected.
·       Two aquatic host - especially worms varieties leaf worms, have two aquatic intermediate level. Diseases that Clonorchiasis and Fasciolopsiasis his first entry into the snail parasite that then snail attached to aquatic plants. The disease is spread when a fish or plants eaten raw
Control :
Schitosomiasis:
·       Provide a substitute for bathing and washing
·       Increase the separation between the urine and feces of lakes, canals and rivers
·       Control of snails can be settled physically or chemically.
·       The importance of knowledge about health in disease control.
Clonorchiasis and Fasciolopsiasis:
·       Prevent transmission by cooking fish or plants as host until cooked.
·       Processing of fecal previously used pupk before being put into the pool

3.c. infection with worms as an intermediate host animals (baby and cow) - tapeworms. 

Transmission :
2 tapeworms:
·       Taenita saginata (spread through cow)
·       Taenia solium (spread through pig)
·       The adults live in the small intestine of infected people. The eggs are spread through feces are then eaten by cattle or pigs. The spread can be occurred if people who eat meat or pork that was not cooked.

Control :
Pigs can be infected if consuming human feces that is around the house or cage, latrines should be built in a place that can not be reached by pigs and cows. Impurities must be treated properly before being disseminated to the fields.
If meat is properly cooked before being eaten, then the tapeworm cysts that there may be destroyed. Repair exhaust system can prevent the occurrence of the relationship between pork or beef with feces, and improved processing can be deadly tapeworm eggs.

Group 4: insect-borne disease that is nested in the Air
Transmission
Many diseases are associated with insects spread by insects are in some way connected with the water. There are 4 types of malaria caused by protozoa: Plasmodium falciparum, P. vivax, P. ovale and P.malariae. Generally, malaria causes fever, nausea, headache and sweating. Malaria attacks can last for days or weeks, and relapses are common symptoms for some types. Malaria is endemic in many countries of tropical and sub​​-tropical. Malaria is spread by female Anopheles mosquitoes that mainly foraging in the afternoon.
Control
Malaria can be prevented with the use of suppressive medications on a regular basis, such as chloroquine, primaquine and Fansidar. Mosquitoes can be controlled with insecticides and by eliminating their nests, the puddles. The bites can be controlled with insect repellent and protective clothing.
Onchocerciasis- disease is caused by filarial worms, which are found in the lymph nodes in the subcutaneous tissue of the host. Females give birth to microfilariae worms that cause hives, interference with pigment and eyes can cause vision problems that can menakibatkan blindness.
Microfilaria are transmitted through the bite of black flies, they then grow into infective larvae and get into the flow of the host when the fly bites. A person can control onchocerciasis by wearing protective clothes and flies repellent material. The use of drugs, such as Suramin can also control the treatment of onchocerciasis.
Dengue and Yellow Fever- These diseases are caused by viruses carried by mosquitoes (Aedes aegypti species). They transmit viruses, especially in urban areas from person to person, and cause dengue fever in the human host. These mosquitoes breed in small containers filled with water all the rain and puddles.
Plan for water supply and excreta disposal are equipped with good drainage and reduce the need to save water can reduce proliferation, but the rainwater remains unaffected. The use of an inhaler can be a bit much help control the disease.
Banerofti- filariasis disease is an infection that is spread primarily by Culex pipiens mosquitoes, which breed in stagnant water and dirty. Septic tanks are not maintained, the channels are clogged, septic tanks and latrines holes that help development of this disease, which causes blockage of the lymph nodes resulting in local swelling and in severe cases occur Elephantiasis.

The main options for environmental control are:
·       Avoiding the use of open channels for sewage, or prevention of water-logging in the channels with frequent cleaning, and provision of adequate waste disposal services;
·       The use and maintenance of anti-mosquito netting in the vent pipes septic tank (soak pit) and VIP latrines.
·       Closing the lid and repair septic tanks, latrine-pit latrine is full of water and latrines JVC;






Group 5 diseases of the skin, eyes, etc. 


Transmission :
·       Not associated with feces and not by water but desebarkan disebarakan when perseorang bad hygiene.
·       Skin infections occur in the tropics, especially fungal infections, skin infections and ulcers.
·       Scabies often occurs among young people, and can be infected by bacteria.
·       Infection is most severe trachoma, which causes impaired vision and sometimes blindness.
·       Inflammation of the lining of the eye is also common
·       The spread occurs directly through the effective dirt from eye to eye by fingers, clothing or flies.
·       Other diseases including rickettsiosis (typhus0 or typhus epidemic spread by ticks is a severe disease that is spread from person to person by human fleas.
·       Pediculus humanus is a disease that often erjadi in poor neighborhoods and dense which causes cold climates people wear clothes that are rarely washed (Louse-borne), relapsing fever, are due to dorelia recurrentis spread by fleas and occurs in the same environmental conditions and same social.
Control :
Infections of skin, eye and spread lice can be controlled by improving sanitation and water bodies washing clothes more often. This requires the provision of water and health education programs that are more specific and better.

THREE HOURS OF PRACTICE (Example Latrine)
1.    Family of Southeast Asia
·       Some patterns of behavior that lead to the spread of disease
-      Using a small irrigation canals that flow near the house as the water supply
-      Most of feces dumped in a place not far from home and small children urinating on the canals which are also close to the venue.
-      Throwing feces around the house during the day and at night feces collected in a bucket, and dumped in fish ponds.
-      Maintaining fish in ponds fertilized with human feces.
·       Analysis of the role of community members, especially women and the leaders with the aim of cutting off the spread of disease
In this case, there is no role of community members decided to track the spread of disease in both the leaders and the women there. Padahan role, is very meaningful for this case, especially the women who are important role that can change your mind and lifestyle, because the woman was the one who set the house which is one of the exact spread of the disease in this case and the woman (mother), too, who sets the behavior of the children is also one of the important factors in the spread of disease pathways. While the leaders should be the one who will try to reach out to women to change the mindset and behavior patterns.
·       Training of how vigilance can involve community members in such a way so as to prevent these diseases and to bring behavioral change in household?
Training programs that can be applied in this case is with the communal work, previously disosialisakikan advance. With a good approach then communal work will be done well and was able to walk benyakit prevention.

2.    A Village In North Africa
·       Some patterns of behavior that lead to the spread of disease
-      Walking with bare feet on the ground that are not used for disposal of feces and soil around the channels and canals that have sufficient moisture for the larvae to grow.
-      Defecation near the field when existing latrines located near homes, because they believe that if they have to return home only to defecate, then it makes less sense and is a waste of time.
-      Eating raw meat from sick cows
·       Analysis of the role of community members, especially women and the leaders with the aim of cutting off the spread of disease
In this case, there is no role of community members decided to track the spread of disease in both the leaders and the women there. Padahan role, is very meaningful for this case, especially the women who are important role that can change your mind and lifestyle, because the woman was the one who set the house which is one of the exact spread of the disease in this case and the woman (mother), too, who sets the behavior of the children is also one of the important factors in the spread of disease pathways. While the leaders should be the one who will try to reach out to women to change the mindset and behavior patterns.
·       Training of how vigilance can involve community members in such a way so as to prevent these diseases and to bring behavioral change in household?
Training programs that can be applied in this case is with the communal work, previously disosialisakikan advance. With a good approach then communal work will be done well and was able to walk benyakit prevention.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar