4 Agu 2017

Daur Ulang dan Pemanfaatan Limbah "Laporan Hasil Survey Bank Sampah"

BANK SAMPAH UNPAS


Hasil Wawancara Mengenai Bank Sampah Unpas

 Wawancara        :
-       Evan (mahasiswa TL angkatan 2011)
-        Pak Dudung (Penjaga Lab Mikling)

·         Tujuan utama bank sampah UNPAS adalah mereduksi sampah (mengurangi sampah), bukan mendapatkan keuntungan berupa uang
.     Bank sampah UNPAS didirikan pada tahun 2012 oleh Ibu Yuni selaku Ketua Jurusan Teknik Lingkungan UNPAS.
·         Sampah di bank sampah berasal dari nasabah, nasabahnya merupakan berasal dari warga kampus UNPAS. Yang menjadi nasabah bank sampah UNPAS yaitu semua jurusan di kampus UNPAS.
·         Jenis sampah di bank sampah UNPAS hanya sampah kering. Jenis sampahnya ada sampah kertas, botol-botol plastik, botol kaca,  dan kaleng. Jenis sampah-sampah tersebut merupakan sampah yang sering ditampung di bank sampah. Jenis sampah seperti aqua gelas memiliki nilai yang lebih mahal bila dibandingkan dengan jenis sampah botol-botol plastik. Selain itu, nasabah dapat menabung sampah bekas bungkus kemasan, seperti sampah bungkus kopi.
·         Jenis sampah seperti sampah bungkus kopi dikumpulkan tetapi tidak dijual. Untuk sampah bungkus kopi bila dijual tidak dapat diterima oleh pengepul karena tidak memiliki harga jual. Biasanya, setiap hari kamis selain dapat menabung sampah, mahasiswa juga dapat melakukan suatu hasil karya kerajinan dari sampah bekas bungkus kopi, yang membuat kerajinan biasanya mahasiswa TL, selain itu HMTL (Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan) UNPAS turut berpartisipasi dan membantu pengurus bank sampah dalam melatih membuat suatu hasil kerajinan dari sampah yang kemudian hasil kerajinan tersebut dapat menghasilkan nilai jual (dijual).
·         Bank sampah UNPAS dikelola oleh mahasiswa Teknik Lingkungan (bukan dari himpunan).
·         Pengepulnya berasal dari pusat, bukan pengepul biasa. Alasan pihak pengurus bank sampah memilih pengepul pusat daripada pengepul biasa yaitu karena pengepul pusat menjual sampah dengan harga yang lebih mahal dibandingkan dengan pengepul biasa. Contohnya pengepul pusat menjual harga sampah kertas sebesar Rp. 2.500,00 per kg, sedangkan pengepul biasa hanya menjual sampah kertas sebesar Rp. 1.000,00 per kg.
·         Bila sampah sudah menumpuk dan sampahnya sudah penuh, sampah dapat diangkut oleh pengepul. Pengurus bank sampah yang menghubungi langsung pengepul pusat untuk mengangkut sampah yang sudah menumpuk. Pengepul biasanya datang untuk mengangkut sampah maksimal 2 kali dalam 1 bulan, tetapi rata-rata 1 kali dalam 1 bulan.
·         Pengurus bank sampah UNPAS memiliki list harga-harga sampah. Hasil penjualan sampah ke pengepul dibagi 2 antara pengepul dan bank sampah. Kemudian dicantumkan harga di buku tabungan para nasabah. Selain itu, hasil penjualan tersebut yang telah dibagi 2 dapat dijadikan gajih petugas bank sampah, selain itu dapat pula untuk keperluan bank sampah (peralatan) .
·         Nasabah dapat mengambil uangnya bila di tabungannya sudah mencapai Rp. 20.000,00, bila belum mencapai kisaran harga tersebut, nasabah tidak dapat mengambil uangnya di bank sampah.
·         Adanya struktur organisasi bank sampah. Pengurus bank sampah saat ini ada 5 orang yang terdiri dari 3 wanita dan 2 pria (3 orang angkatan 2011 dan 2 orang angkatan 2010). Masa periode kepengurusan bank sampah yaitu 1 tahun. Bank sampah UNPAS ini tidak berada dalam naungan HMTL, melainkan dibawah naungan jurusan.
·         Tempat transaksi bank sampah UNPAS terletak di Laboratorium Mikling, yang dilaksanakan setiap hari kamis, pukul  08.00 – 16.00. Pada awalnya bank sampah di UNPAS dilaksanakan setiap hari selasa, berhubung setiap hari selasa jadwal kuliah mahasiswa padat, maka dari itu pelaksanaan bank sampah UNPAS dilakukan setiap hari kamis. Tidak diwajibkan untuk setiap minggu nasabah menabung sampahnya.
·         Pada saat bank sampah berulangtahun, pengurus bank sampah mengadakan bonus untuk nasabah, berupa penukaran tabunggan dengan pulsa bukan berupa uang. 


BANK SAMPAH SABILULUNGAN
 
Pada tanggal 19 November 2014 dilakukan survey lapangan tentang sistem dan teknis bank sampah yang sudah berjalan di Kota Bandung. Bank sampah merupakan salah satu usaha pengurangan timbulan sampah di TPA dengan sistem manajemen bank. Bank Sampah Sabilulungan merupakan salah satu bank sampah yang sudah berjalan sejak tahun 2002 yang berlokasi di jalan Linggawastu no 156 RT 01 RW 16 Bandung. Mula-mula nasabah yang menjadi bank ini terdiri dari 5 orang nasabah, lambat laun berkembangnya sistem bank sampai sekarang mencapai 101 nasabah yang merupakan warga sekitar daerah Sabilulungan dan juga masyarakat pendidikan sekitar Sabilulungan seperti mahasiswa dan dosen UNPAS.
Sistem manajemen pengolahan Bank Sampah seperti yang telah diterapkan koperasi dengan sistem simpan pinjam. Namun, perbedaannya penyetoran uang dibayar dengan sampah begitu pula dengan pembayaran hutang. Berikut akan dijelaskan teknis yang dilaksanakan dalam pengolahan Bank Sampah Sabilulungan.
Mula-mula, sampah yang akan disetor oleh masing-masing nasabah dipilah terlebih dahulu berdasarkan jenisnya masing-masing. Penyetoran dilakukan didepan rumah Ibu Eni  sesuai jadwalnya yaitu satu minggu sekali pada hari jumat di jam 8 am sampai dengan 12 pm. Jenis-jenis sampahnya adalah kardus, botol plastik, kawat, dan lain-lain. Selain jenis sampah yang tertera, samaph yang tidak memiliki jenis khusus masuk ke dalam jenis sampah gebrus dengan harga perkilonya sebesar Rp. 2500. Khusus untuk sampah botol dan gelas plastik, terlebih dahulu dipisahkan dari label dan tutupnya dalam keadaan bersih. Jika tidak dilakukan, maka jenis sampah botol dan gelas plastik ini akan menjadi jenis gebrus dengan harga yang lebih rendah. Kisaran harga per-kilo yang ditetepkan oleh pengepul untuk botol dan gelas plastik per-kilonya dikenakan harga Rp. 8000. Namun, harga yang ditetapkan tersebut dapat berubah-ubah sesuai harga pasar yang berlaku saat itu. Setelah ditimbang sampah masing-masing nasabah kemudian dicatat berat dan konversi rupiahnya pada buku tabungan nasabah dan buku induk pengurus bank sampah Sabilulungan.


BANK SAMPAH MUARARAJEUN

Tanggal : 15 November 2014
Tempat : bank sampah muararajeun

Bank sampah yang ada di kawasan muararajeun merupakan bank sampah yang  dicetuskan oleh Pak sutiyoso sebagai tokoh masyarakat setempat, yang melihat bagaimana lingkungan sekitar yang penuh sampah dan sering banjir.
Sistem awal bank sampah ini yaitu penukaran botol-botol dengan uang, namun sistem ini laka kelamaan kurang diminati karena uang yang dapati terlalu kecil, pada akhirny sistem bank sampah ini pen diganti.
Bank sampah yang dijalankan oleh pak badrun dan pak bagong melayani 4 RW yang ada di Muararajeun. Sampah diangkut setiap hari oleh pak amat tukang yg bawa gerobak sampahnya, dari rumah warga sampah sudah di pilah antara botol dan sampah organik, sampah botol dibawa pak amat ke pengepul yg uangnya nanti disetor ke pengurus rw, Lalu sampah organiknya dibawa ke dinas pertamanan buat di jadiin pupuk yang lalu dikembalikan lagi ke bank sampah muararajeun untuk digunakan.
Sampah organik yang telah diolah menjadi pupuk oleh dinas pertamanan dan dikembalikan lagi ke bank sampah muararajeun di gunakan untuk tanama-tanaman yang ada di bank yang merupakan sumbangan dari walikota bandung, bapak ridwan kamil. Tanaman-tanaman yang ada di bank sampah ini yaitu bibit cabe,bawang, bunga anggrek gantung dan  bunga hias, dimana tanaman yang nantinya telah dapat digunakan dikembalikan lagi ke warga sekitar.
Uang yang didapat dari bank sampah muararrajeun digunakan untuk kegiatan-kegiatan setempat seperti gotong royong dan lainnya, sehingga warga sudah tidak perlu iuran bualanan untuk kegiatan RT/RW setempat lagi.
Gelas-gelas plastik yang disetor nasabah ke bank sampah ini digunakan untuk pembiakan bibit-bibit tanaman yang ada di bank sampah.





BANK SAMPAH MY DARLING CIBANGKONG



Nama Organisasi             : My Darling (Masyarakat Sadar Lingkungan) Cibangkong
Ketua Organisasi             : Ibu Dewi
Alamat Organisasi           : Jl. Cibangkong RW10 Kota Bandung
Waktu Kunjungan           : Sabtu, 15 November 2014

Hasil Kunjungan               :
Komunitas My Darling Cibangkong yang dirintis oleh Ibu Dewi dan rekannya merupakan komunitas yang mengarah pada pemanfaatan dan perbaikan lingkungan di sekitar RW 10 Cibangkong. Kegiatan yang dilakukan dalam komunitas ini ialah Bank Sampah yang berubah menjadi tempat sampah terpadu, kerajinan dari sampah plastik, biogas, dan pelatihan pada warga sekitar.
Ibu Dewi dan rekannya beralasan untuk membantu masyarakat sekitar untuk peduli terhadap lingkungan. kegiatan yang pertama kali dikenalkan pada masyarakat sekitar ialah Bank Sampah. Pada awal sosialisasi, Ibu Dewi dan rekannya meminta agar masyarakat dapat memilah sampah dari rumah dengan dua kategori yaitu sampah basah dan kering. Namun dikarenakan kurang detail dalam penyampaian informasi jenis sampah maka pada hasil pertama pengumpulan sampah dari rumah ke rumah ternyata banyak yang salah dalam pemilahan sampahnya. Masyarakat mengira sampah apapun yang basah karena ada airnya maka dimasukkan kedalam tempat sampah basah sedangkan sampah yang kering tidak ada airnya maka masuk ke tempat sampah kering. Sehingga hasil pengumpulan sampah pertama gagal.
Setelah itu, baru Ibu dan rekannya kembali sosialisasi mengenai pemilahan sampah menjadi sampah membusuk dan tidak membusuk dengan penjelasan yang lebih detail yaitu jenis-jenis sampah yang termasuk sampah yang bisa membusuk dan yang tidak bisa membusuk. Mereka pun menginformasikan kepada masyarakat untuk memilah sampah yang tidak membusuk yang akan di beli. Namun dikarenakan harga jual dari komunitas ini lebih murah daripada tukang loak, maka masyarakat lebih memilih menjual sampah plastik dan yang bernilai ekonomis ke tukang loak. Sehingga sampah yang diberikan kepada komunitas ini hanya sampah yang benar-benar tidak bisa membusuk dan yang residu. dikarenakan komunitas ini telah menjanjikan untuk membeli sampah apapun dari masyarakat maka dengan terpaksa sampah yang tidak bernilai ekonomi pun mereka beli. Alasan kuat masyarakat lebih memilih menjual sampahnya ke tukang loak ialah faktor ekonomi, karena kawasan tersebut merupakan kawasan masyarakat ekonomi menengah ke bawah sehingga perbedaan harga sedikit saja bisa jadi masalah.
Karena permasalahan tersebut, akhirnya komunitas ini mengganti kegiatannya menjadi tempat sampah terpadu. Petugas sampah dari komunitas mengambil sampah apapun dari masyarakat, kemudian dikumpulkan di lapangan. Kemudian petugas sampah memilah sendiri sampah yang bernilai ekonomi yang akan menjadi keuntungan bagi petugas sampah tersebut.
Sedangkan untuk kegiatan komunitas yang lain seperti kerajinan, biogas, dan pelatihan pada masyarakat berjalan dengan baik.

Saran dari Ibu Dewi untuk memulai membuat Bank Sampah :
1.       Bank sampah di kampus memungkinkan dilakukan karena pemikiran mahasiswa yang kritis terhadap hal yang baru.
2.       Hal yang harus disiapkan ialah : tempat penyimpanan sampah, timbangan digital, sosialisasi, tim yang berkomitmen, petugas yang tetap.
3.       Untuk harga sampah per kilo dari pengepul dan untuk nasabah dibedakan.
4.       Harus ada transparansi harga agar mendapat kepercayaan nasabah.
5.       Pengambilan uang nasabah harus ditentukan waktunya dan disisakan berapa persen dari tabungan.

 

BANK SAMPAH MELANIA

Sabtu, 15 November 2014
CP: Bu Endah
- sudah bukan bank sampah karena focus pada handicraft (kerajinan dan pengolahan jadi BBM)
- Handicraft dikerjakan di rumah di melania menggunakan sistem makloon
- Konversi plastic jadi BBM menggunakan metode Pyrolisis menghasilkan kerosin dengan alat ciptaan sendiri 1 kg plastik = 1 lt kerosin, kalo jd premium ½ lt premium.
- kalo botol aqua jadi Oli
- mengenalkan Pak Tri Handoko (SMK 3 Madiun) dan Pak Kustaman (Nagreg)
- mengenalkan bu endang korewas
- bahan baku dari bank sampah Cihaurgeulis RW 05 dan 11 serta bank sampah korewas

  
BANK SAMPAH KOREWAS


Senin, 17 November 2014
 (Jl. Rumentang Siang, sebelah ITC Kosambi)
CP: Bu Endang
-          - Asalnya koperasi tapi skg punya bank sampah yang berdiri sendiri di luar koperasi
-          - Punya 45 nasabah dari ibu rumah tangga sekitar
-          - Buka tiap sabtu jam 09.00
-          - Punya karyawan 2-3 org
-          - Buku tabungan kerjasama dengan unilever
-          - Harga/kg




No.
Jenis
Harga/kg
Nasabah (Rp)
Pengepul (Rp)
Untung (Rp)
1
Dus
1200
1500
300
2
duplek
300
500
200
3
Aqua gelas
2000-2500
7000
4500 – 5000
4
Aqua botol
2000-2500
4000
1500-2000
5
Botol warna
2000-2500
3000
500-1000
6
Emberan (tutup botol dll)
-
2500
2500

Tidak ada komentar:

Posting Komentar