BANK SAMPAH UNPAS
Hasil Wawancara Mengenai Bank Sampah
Unpas
Wawancara :
- Evan (mahasiswa TL angkatan 2011)
- Pak Dudung (Penjaga Lab Mikling)
· Tujuan utama bank sampah UNPAS
adalah mereduksi sampah (mengurangi sampah), bukan mendapatkan keuntungan
berupa uang
. Bank sampah UNPAS didirikan pada
tahun 2012 oleh Ibu Yuni selaku Ketua Jurusan Teknik Lingkungan UNPAS.
·
Sampah di bank sampah berasal dari
nasabah, nasabahnya merupakan berasal dari warga kampus UNPAS. Yang menjadi
nasabah bank sampah UNPAS yaitu semua jurusan di kampus UNPAS.
·
Jenis sampah di bank sampah UNPAS
hanya sampah kering. Jenis sampahnya ada sampah kertas, botol-botol plastik,
botol kaca, dan kaleng. Jenis
sampah-sampah tersebut merupakan sampah yang sering ditampung di bank sampah.
Jenis sampah seperti aqua gelas memiliki nilai yang lebih mahal bila
dibandingkan dengan jenis sampah botol-botol plastik. Selain itu, nasabah dapat
menabung sampah bekas bungkus kemasan, seperti sampah bungkus kopi.
·
Jenis sampah seperti sampah
bungkus kopi dikumpulkan tetapi tidak dijual. Untuk sampah bungkus kopi bila
dijual tidak dapat diterima oleh pengepul karena tidak memiliki harga jual. Biasanya,
setiap hari kamis selain dapat menabung sampah, mahasiswa juga dapat melakukan
suatu hasil karya kerajinan dari sampah bekas bungkus kopi, yang membuat
kerajinan biasanya mahasiswa TL, selain itu HMTL (Himpunan Mahasiswa Teknik
Lingkungan) UNPAS turut berpartisipasi dan membantu pengurus bank sampah dalam
melatih membuat suatu hasil kerajinan dari sampah yang kemudian hasil kerajinan
tersebut dapat menghasilkan nilai jual (dijual).
·
Bank sampah UNPAS dikelola oleh
mahasiswa Teknik Lingkungan (bukan dari himpunan).
·
Pengepulnya berasal dari pusat,
bukan pengepul biasa. Alasan pihak pengurus bank sampah memilih pengepul pusat
daripada pengepul biasa yaitu karena pengepul pusat menjual sampah dengan harga
yang lebih mahal dibandingkan dengan pengepul biasa. Contohnya pengepul pusat
menjual harga sampah kertas sebesar Rp. 2.500,00 per kg, sedangkan pengepul
biasa hanya menjual sampah kertas sebesar Rp. 1.000,00 per kg.
·
Bila sampah sudah menumpuk dan
sampahnya sudah penuh, sampah dapat diangkut oleh pengepul. Pengurus bank
sampah yang menghubungi langsung pengepul pusat untuk mengangkut sampah yang
sudah menumpuk. Pengepul biasanya datang untuk mengangkut sampah maksimal 2
kali dalam 1 bulan, tetapi rata-rata 1 kali dalam 1 bulan.
·
Pengurus bank sampah UNPAS
memiliki list harga-harga sampah. Hasil
penjualan sampah ke pengepul dibagi 2 antara pengepul dan bank sampah. Kemudian
dicantumkan harga di buku tabungan para nasabah. Selain itu, hasil penjualan
tersebut yang telah dibagi 2 dapat dijadikan gajih petugas bank sampah, selain
itu dapat pula untuk keperluan bank sampah (peralatan) .
·
Nasabah dapat mengambil uangnya
bila di tabungannya sudah mencapai Rp. 20.000,00, bila belum mencapai kisaran
harga tersebut, nasabah tidak dapat mengambil uangnya di bank sampah.
·
Adanya struktur organisasi bank sampah.
Pengurus bank sampah saat ini ada 5 orang yang terdiri dari 3 wanita dan 2 pria
(3 orang angkatan 2011 dan 2 orang angkatan 2010). Masa periode kepengurusan
bank sampah yaitu 1 tahun. Bank sampah UNPAS ini tidak berada dalam naungan
HMTL, melainkan dibawah naungan jurusan.
·
Tempat transaksi bank sampah UNPAS
terletak di Laboratorium Mikling, yang dilaksanakan setiap hari kamis, pukul 08.00 – 16.00. Pada awalnya bank sampah di
UNPAS dilaksanakan setiap hari selasa, berhubung setiap hari selasa jadwal
kuliah mahasiswa padat, maka dari itu pelaksanaan bank sampah UNPAS dilakukan
setiap hari kamis. Tidak diwajibkan untuk setiap minggu nasabah menabung
sampahnya.
·
Pada saat bank sampah
berulangtahun, pengurus bank sampah mengadakan bonus untuk nasabah, berupa
penukaran tabunggan dengan pulsa bukan berupa uang.
BANK SAMPAH SABILULUNGAN
Pada tanggal 19
November 2014 dilakukan survey lapangan tentang sistem dan teknis bank sampah
yang sudah berjalan di Kota Bandung. Bank sampah merupakan salah satu usaha pengurangan
timbulan sampah di TPA dengan sistem manajemen bank. Bank Sampah Sabilulungan
merupakan salah satu bank sampah yang sudah berjalan sejak tahun 2002 yang
berlokasi di jalan Linggawastu no 156 RT 01 RW 16 Bandung. Mula-mula nasabah
yang menjadi bank ini terdiri dari 5 orang nasabah, lambat laun berkembangnya
sistem bank sampai sekarang mencapai 101 nasabah yang merupakan warga sekitar
daerah Sabilulungan dan juga masyarakat pendidikan sekitar Sabilulungan seperti
mahasiswa dan dosen UNPAS.
Sistem manajemen
pengolahan Bank Sampah seperti yang telah diterapkan koperasi dengan sistem
simpan pinjam. Namun, perbedaannya penyetoran uang dibayar dengan sampah begitu
pula dengan pembayaran hutang. Berikut akan dijelaskan teknis yang dilaksanakan
dalam pengolahan Bank Sampah Sabilulungan.
Mula-mula, sampah
yang akan disetor oleh masing-masing nasabah dipilah terlebih dahulu berdasarkan
jenisnya masing-masing. Penyetoran dilakukan didepan rumah Ibu Eni sesuai jadwalnya yaitu satu minggu sekali pada
hari jumat di jam 8 am sampai dengan 12 pm. Jenis-jenis sampahnya adalah
kardus, botol plastik, kawat, dan lain-lain. Selain jenis sampah yang tertera,
samaph yang tidak memiliki jenis khusus masuk ke dalam jenis sampah gebrus
dengan harga perkilonya sebesar Rp. 2500. Khusus untuk sampah botol dan gelas
plastik, terlebih dahulu dipisahkan dari label dan tutupnya dalam keadaan
bersih. Jika tidak dilakukan, maka jenis sampah botol dan gelas plastik ini
akan menjadi jenis gebrus dengan harga yang lebih rendah. Kisaran harga per-kilo
yang ditetepkan oleh pengepul untuk botol dan gelas plastik per-kilonya dikenakan
harga Rp. 8000. Namun, harga yang ditetapkan tersebut dapat berubah-ubah sesuai
harga pasar yang berlaku saat itu. Setelah ditimbang sampah masing-masing nasabah
kemudian dicatat berat dan konversi rupiahnya pada buku tabungan nasabah dan
buku induk pengurus bank sampah Sabilulungan.
BANK SAMPAH MUARARAJEUN
Tempat
: bank sampah muararajeun
Bank
sampah yang ada di kawasan muararajeun merupakan bank sampah yang dicetuskan oleh Pak sutiyoso sebagai tokoh
masyarakat setempat, yang melihat bagaimana lingkungan sekitar yang penuh sampah
dan sering banjir.
Sistem
awal bank sampah ini yaitu penukaran botol-botol dengan uang, namun sistem ini
laka kelamaan kurang diminati karena uang yang dapati terlalu kecil, pada
akhirny sistem bank sampah ini pen diganti.
Bank
sampah yang dijalankan oleh pak badrun dan pak bagong melayani 4 RW yang ada di
Muararajeun. Sampah diangkut setiap hari oleh pak amat tukang yg bawa gerobak
sampahnya, dari rumah warga sampah sudah di pilah antara botol dan sampah
organik, sampah botol dibawa pak amat ke pengepul yg uangnya nanti disetor ke
pengurus rw, Lalu sampah organiknya dibawa ke dinas pertamanan buat di jadiin
pupuk yang lalu dikembalikan lagi ke bank sampah muararajeun untuk digunakan.
Sampah
organik yang telah diolah menjadi pupuk oleh dinas pertamanan dan dikembalikan
lagi ke bank sampah muararajeun di gunakan untuk tanama-tanaman yang ada di
bank yang merupakan sumbangan dari walikota bandung, bapak ridwan kamil.
Tanaman-tanaman yang ada di bank sampah ini yaitu bibit cabe,bawang, bunga
anggrek gantung dan bunga hias, dimana
tanaman yang nantinya telah dapat digunakan dikembalikan lagi ke warga sekitar.
Uang
yang didapat dari bank sampah muararrajeun digunakan untuk kegiatan-kegiatan
setempat seperti gotong royong dan lainnya, sehingga warga sudah tidak perlu
iuran bualanan untuk kegiatan RT/RW setempat lagi.
Gelas-gelas
plastik yang disetor nasabah ke bank sampah ini digunakan untuk pembiakan
bibit-bibit tanaman yang ada di bank sampah.
BANK SAMPAH MY DARLING CIBANGKONG
Nama
Organisasi : My Darling
(Masyarakat Sadar Lingkungan) Cibangkong
Ketua
Organisasi : Ibu Dewi
Alamat
Organisasi : Jl. Cibangkong RW10
Kota Bandung
Waktu
Kunjungan : Sabtu, 15 November
2014
Hasil
Kunjungan :
Komunitas My
Darling Cibangkong yang dirintis oleh Ibu Dewi dan rekannya merupakan komunitas
yang mengarah pada pemanfaatan dan perbaikan lingkungan di sekitar RW 10
Cibangkong. Kegiatan yang dilakukan dalam komunitas ini ialah Bank Sampah yang
berubah menjadi tempat sampah terpadu, kerajinan dari sampah plastik, biogas,
dan pelatihan pada warga sekitar.
Ibu Dewi dan
rekannya beralasan untuk membantu masyarakat sekitar untuk peduli terhadap
lingkungan. kegiatan yang pertama kali dikenalkan pada masyarakat sekitar ialah
Bank Sampah. Pada awal sosialisasi, Ibu Dewi dan rekannya meminta agar
masyarakat dapat memilah sampah dari rumah dengan dua kategori yaitu sampah
basah dan kering. Namun dikarenakan kurang detail dalam penyampaian informasi
jenis sampah maka pada hasil pertama pengumpulan sampah dari rumah ke rumah
ternyata banyak yang salah dalam pemilahan sampahnya. Masyarakat mengira sampah
apapun yang basah karena ada airnya maka dimasukkan kedalam tempat sampah basah
sedangkan sampah yang kering tidak ada airnya maka masuk ke tempat sampah
kering. Sehingga hasil pengumpulan sampah pertama gagal.
Setelah itu, baru
Ibu dan rekannya kembali sosialisasi mengenai pemilahan sampah menjadi sampah
membusuk dan tidak membusuk dengan penjelasan yang lebih detail yaitu
jenis-jenis sampah yang termasuk sampah yang bisa membusuk dan yang tidak bisa
membusuk. Mereka pun menginformasikan kepada masyarakat untuk memilah sampah
yang tidak membusuk yang akan di beli. Namun dikarenakan harga jual dari
komunitas ini lebih murah daripada tukang loak, maka masyarakat lebih memilih
menjual sampah plastik dan yang bernilai ekonomis ke tukang loak. Sehingga
sampah yang diberikan kepada komunitas ini hanya sampah yang benar-benar tidak
bisa membusuk dan yang residu. dikarenakan komunitas ini telah menjanjikan
untuk membeli sampah apapun dari masyarakat maka dengan terpaksa sampah yang
tidak bernilai ekonomi pun mereka beli. Alasan kuat masyarakat lebih memilih
menjual sampahnya ke tukang loak ialah faktor ekonomi, karena kawasan tersebut
merupakan kawasan masyarakat ekonomi menengah ke bawah sehingga perbedaan harga
sedikit saja bisa jadi masalah.
Karena
permasalahan tersebut, akhirnya komunitas ini mengganti kegiatannya menjadi
tempat sampah terpadu. Petugas sampah dari komunitas mengambil sampah apapun
dari masyarakat, kemudian dikumpulkan di lapangan. Kemudian petugas sampah
memilah sendiri sampah yang bernilai ekonomi yang akan menjadi keuntungan bagi
petugas sampah tersebut.
Sedangkan untuk
kegiatan komunitas yang lain seperti kerajinan, biogas, dan pelatihan pada
masyarakat berjalan dengan baik.
Saran dari Ibu
Dewi untuk memulai membuat Bank Sampah :
1.
Bank
sampah di kampus memungkinkan dilakukan karena pemikiran mahasiswa yang kritis
terhadap hal yang baru.
2.
Hal
yang harus disiapkan ialah : tempat penyimpanan sampah, timbangan digital,
sosialisasi, tim yang berkomitmen, petugas yang tetap.
3.
Untuk
harga sampah per kilo dari pengepul dan untuk nasabah dibedakan.
4.
Harus
ada transparansi harga agar mendapat kepercayaan nasabah.
5.
Pengambilan
uang nasabah harus ditentukan waktunya dan disisakan berapa persen dari
tabungan.
BANK SAMPAH MELANIA
Sabtu, 15 November 2014
CP: Bu Endah
- sudah bukan bank sampah karena focus pada handicraft
(kerajinan dan pengolahan jadi BBM)
- Handicraft dikerjakan di rumah di melania menggunakan
sistem makloon
- Konversi plastic jadi BBM menggunakan metode Pyrolisis
menghasilkan kerosin dengan alat ciptaan sendiri 1 kg plastik = 1 lt kerosin,
kalo jd premium ½ lt premium.
- kalo botol aqua jadi Oli
- mengenalkan Pak Tri Handoko (SMK 3 Madiun) dan Pak
Kustaman (Nagreg)
- mengenalkan bu endang korewas
- bahan baku dari bank sampah Cihaurgeulis RW 05 dan 11
serta bank sampah korewas
BANK SAMPAH KOREWAS
Senin,
17 November 2014
(Jl. Rumentang Siang, sebelah ITC Kosambi)
CP: Bu Endang
- - Asalnya koperasi tapi skg punya bank sampah yang
berdiri sendiri di luar koperasi
- - Punya 45 nasabah dari ibu rumah tangga sekitar
-
- Buka tiap sabtu jam 09.00
-
- Punya karyawan 2-3 org
- - Buku tabungan kerjasama dengan unilever
-
- Harga/kg
No.
|
Jenis
|
Harga/kg
|
||
Nasabah
(Rp)
|
Pengepul
(Rp)
|
Untung (Rp)
|
||
1
|
Dus
|
1200
|
1500
|
300
|
2
|
duplek
|
300
|
500
|
200
|
3
|
Aqua gelas
|
2000-2500
|
7000
|
4500 – 5000
|
4
|
Aqua botol
|
2000-2500
|
4000
|
1500-2000
|
5
|
Botol warna
|
2000-2500
|
3000
|
500-1000
|
6
|
Emberan (tutup botol dll)
|
-
|
2500
|
2500
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar