Paragraf Deduktif
pola Definisi
Air tanah
adalah air yang berada di bawah tanah di dalam zone jenuh dimana tekanan
hidrstatiknya sama atau lebih besar dari tekanan atmosfer. Pada
umumnya air tanah mempunyai kualitas yang cukup baik, dan apabila dilakukan
pengambilan yang baik dan bebas dari pengotoran dapat dipergunakan langsung.
Untuk melindungi pemakaian air dari bahaya. Pada dasarnya, air tanah dapat berasal dari air hujan, baik melalui
proses infiltrasi secara langsung maupun tidak langsung dari air sungai, danau
rawa, dan genangan air lainnya. Pada saat infiltrasi kedalam tanah, air
permukaan mengalami kontak dengan mineral-mineral yang terdapat didalam tanah
dan melarutkannya, sehingga kualitas air mengalami perubahan karena terjadi
reaksi kimia. Kadar oksigen yang masuk ke dalam tanah menurun, digantikan oleh
karbondioksida yang berasal dari proses biologis, yaitu dekomposisi bahan
organik yang terlarut dalam air tanah. Menurut Totok Sutrisno air tanah
terbagi atas tiga bagian besar, yaitu air tanah dangkat, air tanah dalam dan
mata air. Air tanah dangkal yaitu air tanah yang terjadi karena daya proses
peresapan air dari permukaan tanah; air tanah dalam yaitu air tanah yang terdapat
setelah lapis rapat yang pertama; serta
mata air yaitu air tanah yang keluar dengan sendirinya ke permukaan tanah
dengan hampir tidak dipengaruhi oleh musim, sedangkan kualitasnya sama dengan
air dalam.
Paragraf Induktif
pola Perincian
Air baku atau raw water merupakan awal dari suatu
proses dalam penyediaan dan pengolahan air bersih. Istilah dan definisi yang
disebut dengan air baku adalah air yang berasal dari sumber air permukaan,
cekungan air tanah dan atau air hujan yang memenuhi ketentuan baku mutu
tertentu sebagai air baku untuk air minum. Sesuai
siklus hidrologi sumber air adalah semua air yang ada di alam dapat dijadikan sebagai
air bersih tergantung dari kebutuhan manusianya dan manfaat sumber air baku
tersebut. Sumber air
baku bisa berasal dari sungai, danau, sumur air dalam, mata air dan bisa juga
dibuat dengan cara membendung air buangan atau air laut. Evaluasi dan pemilihan
sumber air yang layak harus berdasarkan dari ketentuan. Dengan mengetahui
karakteristik masing-masing sumber air serta faktor-faktor yang
mempengaruhinya, diharapkan dapat membantu di dalam pemilihan air baku untuk
suatu system penyediaan air bersih, serta mempermuda tahapan selanjutnya di
salam pemilihan tipe dari pengolahan untuk menghasilkan air yang memenuhi
standart kualitas secara fisik, kimiawi dan bakteriologis.
Paragraf Deskriptif
pola Kronologi
Jumlah dan sifat zat
padat tidak terlalut dan terlarut yang terkandung dalam cairan sangat
bervariasi. Dalam air minum sebagian besar zat padat terlarut berasal dan
terdiri dari sebagian besar garam-garam anorganik, sebagian kecilnya dari bahan
organik dan gas terlarut. Pada air minum besar total padatan yang terkandung biasanya
berkisar 20-1000 mg/l. Seorang Insinyur Teknik Lingkungan selalu berkaitan
dengan pengukuran materi padatan dalam berbagai jenis, yakni cairan dan semi
cairan, mulai dari air minum limbah domestik dan industri, serta lumpur yang
dihasilkan dalam proses pengolahan. Semua materi kecuali air yang terkanding
dalam zat cair atau bahan cair digolongkan sebagai materi zat padat atau
padatan. Jumlah dan sifat zat padat tidak terlarut dan terlarut yang terkandung
dalam cairan sangat bervariasi. Dalam air minum sebagian besar zat padat
terlarut berasala dan terdiri dari sebagian besar garam-garam anorganik,
sebagian kecilnya dari bahan organik dan gas terlarut. Pada air minum besar
total padatan yang terkandung biasanya berkisar 20-1000 mg/l.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar